DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 41.348.051.099 (17 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

BNPT: Teroris Senang Aparat Dianggap Kecolongan

Whisnu Mardiansyah - 17 Mei 2018 15:03 wib
Direktur Deradikalisasi BNPT Ifran Idris/Foto: Humas BNPT
Direktur Deradikalisasi BNPT Ifran Idris/Foto: Humas BNPT

Jakarta: Direktur Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Irfan Idris membantah aparat kecolongan atas maraknya teror beberapa hari belakangan. Anggapan itu justru memberi ruang dan tempat bagi kelompok teror.

"Kalimat seperti itu (kecolongan) yang disenangi oleh teroris. Dianggap teroris itu konspirasi, rekayasa," kata Irfan kepada Medcom.id, Kamis, 17 Mei 2018.

Baca: BNPT Akui Sulit Cegah Aksi Teror

Irfan menyayangkan anggapan aparat kecolongan diungkapkan sejumlah pihak demi menyudutkan kepolisian. Padahal, tidak sedikit anggota Polri menjadi korban.

"Bahasa-bahasa seperti itu selalu ada. Terutama dari orang-orang yang simpati terhadap kelompok radikal," tegas dia.

Kelompok-kelompok itu bahkan menyuarakan anggapan itu di media sosial. Irfan menegaskan, mereka patut dicurigai sebagai simpatisan dan pendukung kelompok teror.

Baca: Koopssusgab Diyakini Efektif Tangani Terorisme

Orang-orang tersebut hanya melihat satu aspek. Ia tak memahami cara kerja dan standar operasional prosedur (SOP) Polri mencegah teror. Itu pula yang membuat dengan gampangnya mereka menuding teror beruntun hanya rekayasa, termasuk aparat kecolongan.

"Berdarah-darah di hadapan mata kita, di depan kantor aparat keamanan. Saya kira artinya kalau kantor aparat keamanan saja dijebol, apalagi yang lain. Dan tidak bisa kita lantas dengan mudah melihat satu aspek saja baru bisa menyimpulkan," ucap Irfan.


(OJE)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG TERORISME
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 17-10-2018