DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 20.111.547.901 (22 SEP 2018)

Jero Wacik dan Choel Mallarangeng Ajukan PK

Damar Iradat - 12 Juli 2018 16:23 wib
Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik memerhatikan pernyataan saksi dalam sidang lanjutan di gedung pengadian Tipkor, Rasuna Said, Jakarta Selatan, (Foto: MI/Susanto)
Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik memerhatikan pernyataan saksi dalam sidang lanjutan di gedung pengadian Tipkor, Rasuna Said, Jakarta Selatan, (Foto: MI/Susanto)

Jakarta: Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik dan Andi Zulkarnaen Mallarangeng alias Choel ikut mengajukan permohonan Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung. Sidang PK keduanya akan digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.
 
"(Benar) Jero Wacik dan satu lagi Choel Mallaranggeng mengajukan PK," kata Humas Tipikor Sunarso saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis, 12 Juli 2018.
 
Jero Wacik sebelumnya divonis empat tahun penjara oleh pengadilan tingkat pertama. Putusan tersebut lebih rendah dari tuntutan jaksa KPK, sembilan tahun. Tak terima dengan putusan tersebut kemudian jaksa mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi.
 
Di Pengadilan Tinggi, banding jaksa ditolak. Jaksa kemudian mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung dan hukuman Jero akhirnya diperberat menjadi delapan tahun.
 
Jero dijerat dengan dakwaan berlapis. Dakwaan pertama, Jero selaku Menteri Kebudayaan dan Pariwisata didakwa menyalahgunakan dana operasional menteri (DOM) hingga miliaran rupiah untuk memperkaya diri sendiri dan keluarganya.

Baca: Jero Wacik Divonis 4 Tahun Penjara

Dakwaan kedua, Jero melakukan pemerasan dengan cara memaksa anak buahnya melakukan pengumpulan uang yang berasal dari kickback rekanan pengadaan. Jumlahnya hingga Rp10,38 miliar yang kemudian digunakan Jero untuk memenuhi keperluan pribadi.
 
Dakwaan ketiga, Jero diduga menerima gratifikasi terkait jabatannya sebagai Menteri ESDM dalam bentuk pembayaran pesta ulang tahun oleh seorang pengusaha yang digelar pada 24 April 2012 di Hotel Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Total gratifikasi yang diterima berjumlah Rp349 juta.
 
Sementara itu, Choel sebelumnya divonis 3,5 tahun penjara. Adik Andi Mallaranggeng itu dinilai telah terbukti bersalah menerima suap terkait proyek Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional di Hambalang, Bogor.


(FZN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KASUS HAMBALANG
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 23-09-2018