Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.408.300.797 (20 JUNI 2018)

Alfian Tanjung Dieksekusi ke Lapas Sidoarjo

Ilham wibowo - 11 Juni 2018 12:41 wib
Alfian Tanjung/MI/Bary Fathahilah
Alfian Tanjung/MI/Bary Fathahilah

Jakarta: Kejaksaan Negeri Tanjung perak mengeksekusi terdakwa kasus ujaran kebencian Alfian Tanjung ke Lapas Sidoarjo. Alfian mesti menjalani hukuman usai kasasinya ditolak melalui putusan Mahkamah Agung (MA).

"Eksekusi terhadap terdakwa Alfian Tanjung dilaksanakan dengan cara memindahkan penahanan terdakwa dari Rutan Mako Brimob (Kelapa Dua, Depok) ke Lapas di Porong, Sidoarjo untuk menjalani pidana penjara," ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung M. Rum melalui keterangan tertulis, Senin, 10 Juni 2018.

Eksekusi didasari putusan MA No.1167/Pid.sus/2018 tanggal 7 Juni 2018 atas nama Alfian Tanjung. Jaksa eksekutor berkoordinasi dengan Mako Brimob untuk membawa Alfian dan bertolak ke Surabaya menggunakan pesawat komersil, pukul 03.00 WIB, Senin, 11 Juni 2018.

"Terpidana dari Rutan Mako Brimob dibawa oleh jaksa yang akan mengeksekusinya dengan dikawal 5 anggota Brimob menuju Bandara Halim Perdanakusuma," ucap dia.

Baca: Tersangka Penyebar Ujaran Kebencian Alfian Tanjung segera Diadili

Sebelumnya, Pengadilan Negeri Surabaya Nomor 2664/Pid.sus/2017/Pn.Sby tanggal 13 Desember 2017 memutuskan Alfian terbukti bersalah melakukan tindak pidana ujaran kebencian. Ia dikenakan Pasal 16 Jo Pasal 4b angka 2 UU Nomor 40 /2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

Hakim kemudian memvonis Alfian dua tahun kurungan penjara. Alfian mengajukan banding.

Pengadilan Tinggi Jawa Timur dalam putusan Nomor 19/Pid.sus/2018/Pt.Sby tanggal 20 Februari 2018 menolak upaya Alfian. PT Jatim justru menguatkan putusan PN Surabaya.

Upaya kasasi juga ditempuh Alfian. Namun, MA menolak kasasi dan menghukumnya dua tahun penjara lantaran terbukti memfitnah Jokowi-Ahok ihwal antek PKI.

Putusan diketuk ketua majelis Andi Samsan Nganro dengan anggota Margono dan Eddy Army. Perkara dengan Nomor 1167 K/PID.SUS/2018 itu masuk klasifikasi kasus Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

Kasus ujaran kebencian bermula saat Alfian menyampaikan ceramah di Masjid Mujahidin, Tanjung Perak, Surabaya. Video ceramah viral di media sosial YouTube.

Pada 26 Februari 2017, warga Surabaya bernama Sujatmiko melaporkan isi ceramah Alfian hingga kasusnya berakhir di pengadilan.


(OJE)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG MEDIA SOSIAL
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 22-06-2018