Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.400.516.227 (19 JUNI 2018)

KPK Terima Laporan Dugaan Korupsi di Pemprov Jabar

Juven Martua Sitompul - 13 Juni 2018 13:42 wib
Juru bicara KPK Febri Diansyah - ANT/Aprillio Akbar.
Juru bicara KPK Febri Diansyah - ANT/Aprillio Akbar.

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengakui telah menerima laporan dari masyarakat terkait dugaan korupsi di Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar), di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Heryawan (Aher). Laporan ini diterima KPK beberapa hari lalu.

"Ada laporan masyarakat tersebut yang diterima KPK," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada Medcom.id, Jakarta, Rabu, 13 Juni 2018.

Sayangnya, Febri masih enggan memerinci detail laporan tersebut. Dia juga mengunci mulut saat disinggung jatidiri terlapor.

Dia hanya memastikan laporan yang masuk akan ditindaklanjuti lebih jauh. Bahkan, tak menutup kemungkinan status laporan ini akan naik ke tahap penyelidikan jika ditemukan cukup bukti.

"Seperti halnya semua laporan yang masuk, sesuai SOP KPK, maka laporan ditelaah lebih lanjut," pungkas dia. 

Informasi yang dihimpun, laporan terkait deposito Pemprov Jabar di Bank BJB. Di mana klaim nominal deposito Pemprov Jabar tak sesuai data Kementerian Keuangan dan pendapatan bunga karena sangat besar.

Dalam data laporan keuangan Pemprov Jabar kepada Kementerian Keuangan tercatat pada 2016 rata-rata deposito yang disimpan Pemprov Jabar di Bank BJB sebesar Rp3,75 trilliun per bulan. Penyimpananan deposito terbesar terjadi di Juli 2016, yaitu Rp6,7 trilliun.

Kemudian pada tahun lalu, rata-rata deposito yang disimpan Pemprov Jabar naik menjadi Rp3,97 trilliun per bulan. Sedangkan, simpanan deposito paling banyak terjadi pada Mei 2017 yang mencapai Rp6,8 trilliun.


(REN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KASUS KORUPSI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 20-06-2018