Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.641.144.273 (17 JULI 2018)

Pemberitaan Kasus Skimming Bawa Dampak Negatif bagi Perbankan

Faisal Abdalla - 10 April 2018 18:12 wib
Direktur Biro Riset Info Bank Eko Supriyanto - Medcom.id/Faisal Abdalla.
Direktur Biro Riset Info Bank Eko Supriyanto - Medcom.id/Faisal Abdalla.

Jakarta: Direktur Biro Riset Info Bank, Eko Supriyanto menyebut pemberitaan mengenai kasus skimming merugikan industri perbankan. Eko meminta masyarakat tak perlu khawatir berlebihan menghadapi isu kejahatan skimming. 

Eko menuturkan, dari segi kerugian finansial yang harus ditanggung perbankan dalam kejahatan skimming tak terlalu besar. Ia menyebut kerugian yang diderita perbankan akibat skimming hanya berkisar Rp1,5 miliar - Rp5 miliar. 

Namun begitu, menurut Eko, pemberitaan terkait isu skimming justru lebih merugikan industri perbankan daripada kerugian finansialnya. 

"Anda bisa bayangkan bank yang kena isu skimming harus menanggung banyak risiko. Pertama reputasi pasti turun, rasa kepercayaan publik turun, dan risiko likuiditas dan operasional, ini yang ingin ditepis perbankan," tutur Eko dalam Focus Group Discussion 'Peran Polri dalam Pencegahan dan Pemberantasan Kejahatan Skimming dan Perbankan', Selasa, 10 April 2018. 

(Baca juga: Kejahatan Perbankan Tumbuh Seiring Perkembangan Teknologi)

Eko mengimbau kepada masyarakat agar percaya dan yakin bahwa perbankan nasional sudah mampu melindungi dana nasabahnya. Ia menilai sistem keamanan perbankan saat ini sudah lebih siap dalam menghadapi kasus kejahatan skimming. 

"Kalau kita lihat perkembangan perbankan dari tahun ke tahun sudah dilakukan pencegahan yang lebih ketat. Yang harus kita lakukan juga dari diri kita sendiri terutama menjaga kerahasiaan PIN. Dari sisi keamanan saya kira perbankan nasional khususnya bank-bank besar dan menengah sudah jauh lebih siap," pungkas Eko. 

(Baca juga: Mencegah Kasus Skimming)




(REN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG SKIMMING
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 18-07-2018