DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 41.062.067.101 (16 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Kronologi Penangkapan Bupati Bengkulu Selatan

Juven Martua Sitompul - 17 Mei 2018 01:14 wib
Petugas menunjukkan barang bukti OTT KPK di Bengkulu Selatan, Jakarta, Rabu (16/5). (Foto: Antara/Dhemas Reviyanto).
Petugas menunjukkan barang bukti OTT KPK di Bengkulu Selatan, Jakarta, Rabu (16/5). (Foto: Antara/Dhemas Reviyanto).

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan empat orang sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek infrastruktur di lingkungan Pemkab Bengkulu Selatan. Keempatnya merupakan pihak yang diamankan tim KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Selasa malam, 15 Mei 2018.

Empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka itu antara lain Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud (DM) dan istrinya Hendrati (HEN), Kepala Seksi pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Selatan Nursilawati (NUR), yang merupakan keponakan Dirwan serta seorang kontraktor bernama Juhari (JHR).

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengungkapkan, kasus ini terungkap bermula dari adanya laporan masyarakat. Setelah menerima laporan itu, KPK menaikkan laporan tersebut ke tahap penyelidikan dan mengirimkan tim ke Bengkulu.

"Hari Selasa, 15 Mei 2018 sekitar pukul 16.20 WIB diduga terjadi penyerahan uang dari JHR kepada NUR untuk diserahkan kepada HEN yang merupakan istri Bupati Bengkulu Selatan di rumah pribadi HEN di Kecamatan Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan," kata Basaria di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, 16 Mei 2018.

Baca juga: Bupati Bengkulu Selatan & Istri jadi Tersangka Suap

Setelah penyerahan uang, lanjut Basaria, JHR bergegas menuju sebuah rumah makan di daerah Manna. Tak lama berselang, tim mendatangi tempat makan tersebut untuk menangkap JHR.

"JHR diamankan tim sekitar pukul 17.00 WIB, tim kemudian kembali ke rumah HEN," ujarnya.

Namun, saat tim tiba di kediaman HEN, NUR ternyata sudah tidak di lokasi. NUR pergi ke kediaman kerabatnya di daerah Manna. Secara paralel, tim KPK lainnya mengamankan NUR sekitar pukul 17.15 WIB dan dibawa kembali ke rumah HEN.

Kemudian, setelah kedua tim tiba di rumah HEN, tim mengamankan uang Rp75 juta dari tangan NUR serta bukti transfer sebesar Rp15 juta dengan rincian Rp13 juta diduga berasal dari pemberian JHR sebelumnya pada 12 Mei 2018.

"Kemudian, tim KPK membawa NUR ke rumah pribadinya di Kecamatan Manna dan mengamankan uang lainnya sebesar sekitar Rp10 juta," ucap dia.

Baca juga: KPK Sudah Awasi Bupati Bengkulu Selatan Sejak Lama

Selanjutnya, tim kembali mengamankan dan membawa HEN, DM, NUR, dan JHR dari rumah pribadi HEN ke Kepolisian Daerah Bengkulu untuk menjalani pemeriksaan awal. Sekitar pukul 09.30 WIB keempatnya diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung KPK.

"Dari tangkap tangan ini, tim mengamankan uang tunai Rp85 juta, bukti transfer sebesar Rp15 juta, dan dokumen terkait Rencana Umum Pengadaan (RUP)," pungkasnya.

Atas perbuatannya, Dirwan, Hendrati dan Nursilawati selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pada 12 huruf b atau Pasal 11 UU nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara Juhari selaku pemberi suap dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001.


(HUS)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG OTT BUPATI BENGKULU SELATAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 17-10-2018