DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 41.348.051.099 (17 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

BNPT Akui Sulit Cegah Aksi Teror

Whisnu Mardiansyah - 17 Mei 2018 14:57 wib
Ilustrasi--medcom.id
Ilustrasi--medcom.id

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengakui sulit mencegah aksi teror yang terjadi beberapa hari belakangan. Sebab, kewenangan memantau gerak-gerik pelaku teror ada di Polri bukan BNPT.

"Yang sudah terjadi begini tidak bisa kita cegah pelakunya," kata Direktur Deradikalisasi BNPT Irfan Idris dalam perbincangan kepada Medcom.id, Kamis, 17 Mei 2018.

Menurut Irfan, kewenangan pemantauan kelompok atau pelaku teror di bawah kewenangan intelijen dalam hal ini Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN). Adapun BNPT fokus pada kebijakan strategi kontra radikalisme, melalui pendekatan ke masyarakat.

"BNPT badan koordinasi yang mengedepankan pencegahan dalam artian menerapkan strategi program dan kebijakan yang nantinya melibatkan masyarakat," jelas Irfan.

Menurut Irfan, memerangi ideologi teror lebih sulit dari memerangi teror itu sendiri. Sulit mendeteksi pemikiran radikal seseorang tanpa keterlibatan dari masyarakat.

"Tidak mudah yang namanya ideologi kita ubah. Dia melakukan cara berfikir juga yang begitu panjang. Yang tentunya kita juga harus memperkaya dan memperbanyak strategi didalam membalikkan cara berfikir mereka," jelasnya.

Baca: Koopssusgab Diyakini Efektif Tangani Terorisme

Dia mengatakan aksi teror dan ideologi radikal terus berkembang karena terorisme belum dijadikan musuh bersama di tengah masyarakat. Masih ada sebagian masyarakat yang simpati dan mendukung aksi teror yang menurutnya benar versi mereka.

"Kita cegah agar masyarakat, media jangan diglorifikasi. Jangan seolah-olah itu perbuatan yang dibenarkan," ucapnya.

Perlawanan terhadap kejahatan kemanusiaan seperti terorisme, menurut Irfan membutuhkan waktu panjang. Apalagi, usia BNPT tergolong dini, berdiri sejak tujuh tahun lalu.

"Waktu tenaga dan segala yang mensupport terwujudnya penegahan yang secara masif oleh seluruh komponen bangsa dan ikut terlibat didalamnya mewapadai di dalam hal juga dapat mencurigakan," pungkasnya.



(YDH)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG TERORISME
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 17-10-2018