Pengoplosan Gas di Tangerang Sebabkan Kelangkaan Elpiji 3 Kg

Lukman Diah Sari - 12 Januari 2018 15:10 wib
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di lokasi penggerebekan gudang tempat mengplos gas elpiji -- Medcom.id/Hendrik Simorangkir
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di lokasi penggerebekan gudang tempat mengplos gas elpiji -- Medcom.id/Hendrik Simorangkir

Jakarta: Kasatgas Pangan Polri Irjen Setyo Wasisto meyakini aksi mengoplos gas yang dilakukan Franky membuat kelangkaan elpiji. Franky kerap memborong elpiji 3 kilogram dari pengecer. 

"Kemungkinan mereka juga membeli di sekitar area Jabodetabek sehingga kelangkaan terjadi," ungkap Setyo di lokasi pengoplos gas, Norogtog, Pinang, Tangerang, Jumat, 12 Januari 2018. 

Setyo mengungkapan Franky memiliki 60 anak buah yang bertugas memborong elpiji 3 kilogram dari pengecer. Rata-rata perhari, kata Kadiv Humas Polri itu, pelaku memborong 5.000 gas elpiji 3 kilogram.

"Saat digerebek 40 orang berhasil kabur," tutur dia. 

Polisi menggerebek gudang yang diduga menjadi tempat pengoplosan gas. Pelaku membeli elpiji 3 kilogram dari eceran. 

Selanjutnya gas disuntikan ke tabung gas 12 kilogram dan 50 kilogram. Tersangka menjual elpiji 12 kilogram dengan harga Rp130 ribu. Padahal harga pasar mencapai Rp160 ribu. Sedangkan elpiji 50 kilogram dipatok Rp450 ribu. Sementara harga pasar Rp550 ribu. 

"Keuntungan perhari diperkirakan Rp20 juta sampai Rp25 juta, perbulan sekitar Rp600 juta," beber Setyo. 

Tersangka terancam Pasal 62 jo Pasal 8 ayat 1 huruf a UU nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, Pasal 53 huruf d UU nomor 22 tahun 2001 tentang melakukan tata usaha niaga minyak bumi atau gas bumi tanpa izin usaha niaga. 

"Ancaman hukuman selama 5 tahun atau denda maksimal Rp2 miliar," tandas dia. 
 


(REN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG GAS ELPIJI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 22-04-2018