Pemilik Situs Nikah Siri Ajukan Penangguhan Penahanan

Deny Irwanto - 13 Oktober 2017 07:00 wib
Henry Indraguna, kuasa hukum Aris -- Foto: MTVN/ Deny Irwanto
Henry Indraguna, kuasa hukum Aris -- Foto: MTVN/ Deny Irwanto

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemilik situs Nikahsirri.com, Aris Wahyudi masih menjalani penahanan di Mapolda Metro Jaya. Henry Indraguna, kuasa hukum Aris mengatakan, pihaknya sudah mengajukan penangguhan penahanan. Henry berharap penyidik mengabulkan permohonan tersebut.

"Sudah kami ajukan penangguhan penahanan, kami minta kepada penyidik juga mohon kasian," kata Henry di Mapolda Metro Jaya, Kamis, 12 Oktober 2017.

Henry menjelaskan, semenjak Aris ditahan, sang istri bernama Rani Tania merasa kesulitan dalam masalah ekonomi. Menurutnya, Aris adalah kepala keluarga yang tidak lepas tanggungjawab.

Saat melayangkan surat permohonan penangguhan, Henry menyebut ada sejumlah pihak yang siap menjadi jaminan. "Dari istri ada jaminan, dari keluarga besarnya ada jaminan juga," jelas Henry.

Jika penangguhannya dikabulkan, Henry menjamin kliennya itu tidak akan mengulangi perbuatannya lagi dan akan berkelakuan baik.

"Bahwa klien kami tidak ada indikasi menghilangkan barang bukti, tidak ada indikasi melarikan diri karena setelah empat hari di launching langsung ditangkap, digedor kamarnya dibuka ditangkap langsung dan dibawa. Jadi tidak ada niatan melarikan diri, tidak ada. Sampai hari ini tidak ada niatan untuk mengulangi perbuatannya," pungkas Henry.

Bisnis jual beli nikah siri milik Aris terbongkar kepolisian. Aris dicokok lantaran aktivitasnya yang belum sepekan itu diduga mengandung unsur pornografi dan perdagangan orang dan anak di bawah umur.

Situs ini menyediakan orang yang siap dinikahi secara siri. Pelanggan yang berminat tinggal mentransfer uang sesuai harga. Orang yang 'dijual' Aris untuk dinikahi siri dipatok harga dengan label token alias koin yang dibanderol Rp100 ribu per koin. Masing-masing calon pasangan nikah siri memasang harga berbeda. Ada yang 200 koin atau lebih. Nilai itu setara Rp20 juta.

Aris disangka melanggar tindak pidana informasi dan transaksi elektronik (ITE) dan atau Pornografi, dan atau Perlindungan Anak, dan atau Penyedia Jasa. Aris dijerat dengan Pasal 4, Pasal 29 dan Pasal 30 UU No.44 Tahun 2008 tentang Pornografi juncto Pasal 27, Pasal 45, Pasal 52 ayat (1) UU No.11 Tahun 2008 tentang ITE.


(Des)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PORNOGRAFI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 23-11-2017