Mendes PDTT Minta Maaf Anak Buahnya Terjaring OTT KPK

M Rodhi Aulia - 28 Mei 2017 08:51 wib
Mendes PDTT Eko Putro Sandjodjo dalam Program Primetime News Metro TV, Sabtu 27 Mei 2017.
Mendes PDTT Eko Putro Sandjodjo dalam Program Primetime News Metro TV, Sabtu 27 Mei 2017.

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjodjo kecolongan terkait anak buahnya yang terjaring OTT KPK. Eko menyampaikan permohonan maaf kepada publik.

"Saya minta maaf kepada masyarakat bahwa masih terjadi hal-hal semacam ini di kementerian saya. Saya berusaha memperbaikinya dengan sebaik-baiknya," kata Eko dalam Program Primetime News Metro TV, Sabtu 27 Mei 2017.

Eko mengatakan dirinya sangat mendorong agar laporan keuangan Kemendes PDTT tahun 2016 mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian (WTP). Pasalnya pada 2015, Kemendes PDTT diganjar opini wajar dengan pengecualian (WDP).

Eko memuji kerja keras anak buahnya untuk mewujudkan WTP. Alhasil WTP memang didapatkan.

Eko bersyukur. Namun Eko kecewa ketika tercium aroma atau dugaan suap yang dilakukan anak buahnya terhadap dua auditor BPK untuk mendapatkan WTP itu.

Padahal, kata Eko, dirinya sama sekali tidak mendorong pencapaian WTP itu dilakukan dengan cara yang curang. Kemudian, untuk mencapai WTP dinilai bukan sesuatu yang sulit.

"Asal semua dibukukan, tidak ditunda-tunda, saya yakin semua kementerian bisa mendapatkan WTP. Jadi sebetulnya bukan hal yang sulit sampai kita harus menyogok-nyogok," ujar dia.

Eko menambahkan WTP bukanlah tolok ukur bahwa dipastikan tidak ada praktik KKN dalam penggunaan anggaran. Pasalnya opini BPK termasuk WTP itu sifatnya administratif belaka.

"Artinya kalau beli barang senilai 100, barangnya ada, pencatatan administrasinya ada. Tapi apakah di dalamnya ada kolusi atau tidak dalam pembelian barang itu, itu tidak akan kelihatan dalam opini tersebut. Ini hanya pencatatan pengelolaan keuangan," beber dia.

Eko menilai laporan keuangan Kemendes PDTT relatif tidak ada masalah. Sehingga bagi Eko, tidak ada alasan untuk berbuat menyimpang dengan menyogok BPK sebagai lembaga negara yang mengeluarkan opini terhadap laporan keuangan.

Dua anak buahnya yang terlibat suap yaitu Irjen Kemendes PDTT Sugito (SUG) dan Pegawai Eselon III Kemendes PDTT Jarot Budi Prabowo (JBP). Suap diduga berkaitan dengan opini WTP yang didapatkan Kemendes PDTT.

Kini dua anak buahnya itu telah ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap kepada dua auditor BPK, sebesar Rp240 juta. Kemudian mereka juga sudah ditahan KPK untuk 20 hari ke depan.

Adapun dua auditor BPK yaitu Rochmadi Saptogiri (RS) dan Ali Sadli (ALS) juga telah ditetapkan sebagai tersangka penerima suap. Kedua auditor ini juga telah ditahan KPK.








(DHI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG OTT KPK
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sat , 24-06-2017