KPK Minta Polri Segera Ungkap Kasus Novel

Achmad Zulfikar Fazli - 19 Mei 2017 18:46 wib
Ketua KPK Agus Rahardjo. Foto: antara/Sigid Kurniawan
Ketua KPK Agus Rahardjo. Foto: antara/Sigid Kurniawan

Metrotvnews.com, Jakarta: Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengapresiasi upaya polisi mengungkap kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik KPK Novel Baswedan. KPK berharap polisi segera menemukan dalang kasus Novel.
 
"Kita patut apresiasi usaha yang dilakukan demikian intensif. KPK tetap ingin kasus ini dituntaskan," kata Ketua KPK Agus Rahadjo usai bertemu petinggi Polda Metro Jaya di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat 19 Mei 2017.
 
Agus mengatakan, pihaknya juga terus melakukan pertemuan dengan kepolisian. KPK, kata dia, akan membantu polisi sesuai kewenangannya. "Jadi nanti pada pertemuan regular, saya pikir sebetulnya bayangannya sudah mulai jelas," kata Agus.
 
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menjelaskan, kepolisian telah menggunakan dua metode untuk mengungkap kasus novel. Metode induktif dan deduktif.
 
Induktif, kata dia, cara yang digunakan dengan mendatangi tempat kejadian perkara buat mencari saksi serta alat bukti di KPK. Namun, penyelidikan melalui metode tersebut belum menemukan hasil.
 
"Penemuan barang bukti ini kita dapat informasi ada tiga orang dan beberapa potensi A dan M. Ini sudah kita temukan temukan alibinya. Jadi memang untuk A dan M tidak terkait," ujar Argo.
 
Sementara itu, metode deduktif dilalukan dengan mencari tahu dari kasus yang pernah ditangani oleh Novel. Untuk mengetahui hal tersebut, kepolisian meminta informasi kepada KPK. "Apakah ada potensi-potensi, kasus apa saja yang pernah ditangani, yang sudah ditangani," kata Argo
 
Ia pun menegaskan, pihaknya sangat serius untuk mengungkap kasus ini dengan cepat. Hal itu agar kepolisian tak lagi ada utang kasus dengan KPK.
 
"Polda Metro Jaya serius untuk mengungkap kasus ini, semakin cepat lebih baik agar tidak ada beban, tidak ada hutang. Kita tentu terima kasih kepada KPK memudahkan informasi," ujar Argo.
 


(FZN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG NOVEL BASWEDAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 20-09-2017