Pengembang Reklamasi Diibaratkan Seorang Pembawa Narkoba

Intan fauzi - 18 Mei 2017 02:47 wib
Salah satu pulau reklamasi di Teluk Jakarta. Foto: Antara/Andika Wahyu
Salah satu pulau reklamasi di Teluk Jakarta. Foto: Antara/Andika Wahyu

Metrotvnews.com, Jakarta: Anggota tim sinkronisasi Anies-Sandi, Marco Kusumawijaya mengatakan, timnya akan memikirkan solusi bila pengembang reklamasi pantai utara Jakarta meminta ganti rugi jika reklamasi dihentikan.

Namun, pihaknya akan berpegang pada ketentuan hukum bahwa bangunan yang ada di pulau reklamasi itu ilegal. Oleh karenanya, pengembang yang sudah menanamkam investasinya tak berhak meminta ganti rugi.
 
"Sementara ini pegangan hukum adalah bahwa kalau anda melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan koridor hukum anda sebenarnya tidak berhak minta ganti rugi," kata Marco di Jalan Timor, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu 17 Mei 2017.

Marco mengibaratkan pengembang itu seperti membawa narkoba. Mereka tak mungkin berani melapor kalau kehilangan narkoba.

"Misalnya kamu membawa narkoba lalu hilang di jalan, kamu lapor polisi enggak? Kalau kamu lapor polisi malah kamu ditangkap," ujar Marco.

Marco menjelaskan, bangunan-bangunan di atas pulau reklamasi itu dianggap ilegal karena ada syarat-syarat legal administratif yang belum terpenuhi. Sehingga, jika mereka menuntut ganti rugi, Marco hakul yakin pengembang akan kalah.

"Ya jelas-jelas pembangunan tanpa IMB (izin mendirikan bangunan), pulau tanpa Perda zonasi, itu melanggar hukum. Jadi kalau mereka menuntut ya akan kalah, menurut saya," tegas dia.


(REN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG REKLAMASI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 20-09-2017