Rizieq Shihab Tolak Perppu Ormas

M Sholahadhin Azhar - 15 Juli 2017 00:54 wib
Ketua Presidium Alumni 212, Ansufri Idrus Sambo. MTVN/ M Sholahadhin Azhar
Ketua Presidium Alumni 212, Ansufri Idrus Sambo. MTVN/ M Sholahadhin Azhar

Metrotvnews.com, Jakarta: Perppu Nomor 2 Tahun 2017 tentang organisasi masyarakat (ormas) banyak mendapat respon kontra dari berbagai pihak. Termasuk Ketua Front Pembela Islam, Rizieq Shihab.

"Habib sangat menolak Perppu ini," kata Ketua Presidium Alumni 212, Ansufri Idrus Sambo di kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Jumat 14 Juli 2017.

Sambo menilai seharusnya penolakan ini juga dilakukan tokoh bangsa yang lainnya. Mengingat dalam regulasi baru itu, wewenang Kemenkumham dan Kemendagri diperluas dengan mencabut izin ormas, tanpa melalui jalur pengadilan.

Hal ini menurutnya sama saja dengan pemberangusan hak masyarakat untuk berserikat, salah satu dasar dalam kehidupan berdemokrasi. Terlebih jika dikaitkan dengan rentetan aksi unjuk rasa yang digelar pada Pilkada DKI Jakarta beberapa waktu lalu.

"Ini sangat berbahaya bagi keutuhan demokrasi di negeri ini," kata Sambo.

Terakhir ia mengingatkan bagaimana pada saat kekuasaan Partai Komunis Indonesia (PKI) dulu. Ormas Islam benar-benar kehilangan taringnya, tak hanya itu pemberangusan juga terjadi pada ormas nasional lainnya.

"Kami merasakan ada udang di balik batu. Bisa ormas lainnya yang kena. Seprti jaman dulu awalnya Masyumi kemudian lainnya kena. Sama kayak jaman PKI dulu," pungkasnya.

Seperti diketahui, pemerintah melalui Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Wiranto mensosialisasikan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) tentang Organisasi Masyarakat (Ormas). Dalam aturan yang diterbitkan pada 10 Juli 2017 itu, Kementerian Hukum dan HAM serta Kementerian Dalam Negeri, sebagai penerbit izin, diberi wewenang membubarkan ormas.

 


(SCI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PERPPU PEMBUBARAN ORMAS
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 26-09-2017