Napi Terlibat Peredaran Sabu dari Malaysia

Deny Irwanto - 12 Februari 2018 18:41 wib
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (kempat kanan) menunjukan barang bukti saat rilis kasus penyelundupan sabu-sabu dan ekstasi dari Malaysia. Foto: Antara/Galih Pradipta.
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (kempat kanan) menunjukan barang bukti saat rilis kasus penyelundupan sabu-sabu dan ekstasi dari Malaysia. Foto: Antara/Galih Pradipta.

Jakarta: Peredaran 239 kilogram sabu dan 30 ribu butir tablet ekstasi asal Malaysia melibatkan Indrawan alias Alun, narapidana di salah satu lembaga pemasyarakatan (lapas) di Jakarta. Itu terungkap saat polisi menangkap Andi alias Aket di Jalan Raya Perancis, Dadap, Kosambi, Tangerang, pada 8 Februari 2018.

"Tersangka Andi alias Aket mendapat perintah dari Indrawan alias Alun untuk membantu tersangka Joni alias Marvin Tandiono menjaga gudang dan membongkar mesin cuci berisi narkotika," kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Polda Metro Jaya, Senin, 12 Februari 2018.

Menurut dia, dari keterangan Joni, polisi menangkap pengendali peredaran narkotika tersebut, Lim Toh Hing alias Onglay, warga negara Malaysia. Dia dicokok pada Jumat, 9 Februari 2018, sekitar pukul 00.20 WIB di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.

Baca: Bandar Malaysia Enam Kali Selundupkan Narkoba ke Indonesia

Pada Sabtu, 10 Februari 2018, pukul 01.30 WIB, kata Tito, tim membawa Lim Toh Hing ke daerah Dadap, Kosambi. Dia diminta menunjukkan jaringannya untuk mengembangkan perkara ini.

Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme itu menjelaskan, saat dalam perjalanan, Lim Toh Hing berusaha kabur dan mencoba merebut senjata api petugas. Akhirnya, pertugas terpaksa menembaknya.

"Tersangka meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit," ungkap Tito.





(OGI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG NARKOBA
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 22-05-2018