DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 19.955.605.901 (19 SEP 2018)

Polisi Koordinasi dengan KPK Usut Kasus Ambruk Underpass Soetta

Deny Irwanto - 13 Maret 2018 12:36 wib
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan - Medcom.id/Ilham Wibowo.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan - Medcom.id/Ilham Wibowo.

Jakarta: Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan mengaku pihaknya berkoordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam mengusut kasus dugaan korupsi proyek underpass Bandara Soekarno-Hatta. KPK dinilai memiliki penyidik yang lebih mumpuni. 

"(Penyelidikan) enggak ada KPK. Tapi kita laporan ke KPK," kata Adi saat dikonfirmasi, Selasa, 13 Maret 2018.

Adi menyebut KPK mempunyai penyidik yang lebih ahli dalam mengungkap kasus itu. Namun, Adi masih enggan memerinci perkembangan penyelidikan kasus itu. 

Dalam penyelidikan, lanjut Adi, penyidik inti berasal dari sejumlah penyidik Bareskrim Polri.
"Kan leading sectornya didukung teman-teman Bareskrim. Mungkin nanti setelah sudah menempatkan wujudnya, informasinya baru nanti disampaikan ke kami. Intinya masih dalam tahap penyelidikan," jelas Adi.

Sebelumnya Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, AKBP Ferdy Irawan mengatakan, pihaknya masih memeriksa dokumen PT Waskita Karya sebagai perusahaan yang membuat proyek tersebut.

(Baca juga: Polisi Masih Periksa Anggaran Proyek Underpass Soetta yang Longsor)

Ferdy menjelaskan pemeriksaan dokumen dilakukan untuk mengetahui kesesuaian anggaran dengan proyek pembangunan.

"Kami sedang periksa dokumen (PT Waskita Karya) yang di antaranya berkaitan dengan anggaran (proyek underpass)," kata Ferdy saat dikonfirmasi, Kamis, 8 Maret 2018.

Penyelidikan dugaan korupsi proyek underpass Bandara Soetta bermula dari ambruknya underpass perimeter selatan Bandara Soetta, Senin, 5 Februari 2018. Akibat kejadian itu, satu orang meninggal. 

Polisi menduga proyek pembangunan itu tidak sesuai standar dan kontrak yang ditetapkan. "Perkiraan dugaannya seperti itu (korupsi)," kata Kepala Subdirektorat Tindak Pidana Korupsi Direskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Ferdi Iriawan, Rabu, 7 Maret 2018. 

(Baca juga: Investigasi Longsor Underpass Soetta Makan Waktu 2 Bulan)




(REN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG UNDERPASS BANDARA SOETTA LONGSOR
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Fri , 21-09-2018