Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.387.516.226 (18 JUNI 2018)

13 Nama Calon Deputi dan Dirdik Dianggap Belum Layak

Juven Martua Sitompul - 14 Maret 2018 07:37 wib
Peneliti ICW Lola Easter--MI/Ary Fathahilah
Peneliti ICW Lola Easter--MI/Ary Fathahilah

Jakarta: Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai, sejumlah nama calon yang disodorkan Polri dan Kejaksaan Agung (Kejagung) masih belum layak menduduki jabatan Deputi Penindakan dan Direktur Penyidikan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dua jabatan penting itu harus diisi sosok yang berintegritas.

Menurut Peneliti ICW Lola Easter, pihaknya mencatat ada sejumlah nama calon yang kurang patuh melaporkan harta kekayaannya ke KPK. Tak hanya itu, dari catatan ICW beberapa nama calon yang diterima KPK bahkan sama sekali belum pernah melaporkan hartanya.

"Bagaimana ceritanya mau jadi Deputi Penindakan atau Direktur Penyidikan kalau misalnya kepatuhan seperti itu aja belum lulus," kata Lola kepada Medcom.id, Jakarta, Rabu, 14 Maret 2018.

Baca: Nama dari Polri yang Disodorkan ke KPK Dipastikan Berkompeten

Lola mengingatkan kepada semua pihak yang terlibat perekrutan dua jabatan itu untuk serius dan tidak asal-asalan. Dia menyarankan agar KPK membentuk panitia seleksi dan membuat sistem rekruitmen yang melibatkan masyarakat.

"Bikin panitia seleksi, ini kan sistemnya open rekruitmen dan minta masyarakan minta tracking, ini kan top level (jabatan penting) maka KPK harus serius menjaring orang-orang yang tepat mengisi jabatan itu," ujarnya.

"Nah jadi terlepas dari nama-nama yg beredar itu KPK harus membuka diri dan meminta masyarakat untuk memberi masukan," timpalnya.



Selain tidak melaporkan harta kekayaannya, ICW juga mempertanyakan rekam jejak para calon dalam dunia pemberantasan korupsi. Menurut Lola, tidak ada prestasi yang menonjol dari 13 nama calon tersebut.

"Jadi kembali lagi, temuan yang paling umum kepatuhan lapor LHKPN, kedua ada nama yang tidak jelas rekam jejaknya cuma karena udah senior," pungkas Lola.

Baca: KPK Terima 13 Nama Calon Deputi Penindakan dan Direktur Penyidikan

Sebelumnya, KPK telah menerima nama-nama calon pengganti Irjen Heru Winarko dalam jabatan Deputi Penindakan dan pengganti Brigjen Aris Budiman sebagai Direktur Penyidikan. Sudah ada 13 nama calon pengganti dua pejabat penting yang diterima lembaga antikorupsi.

Sebanyak 13 nama itu disodorkan dua institusi yakni Polri dan Kejaksaan Agung. Enam orang di antaranya dari Polri yang mengajukan posisi sebagai Deputi Penindakan dan Direktur Penyidikan KPK.‎ Sementara dari Kejaksaan ada tujuh nama calon yang diajukan sebagai Deputi Penindakan. 


(YDH)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KPK
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 19-06-2018