DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK, Dana Terkumpul RP 19.955.605.901 (19 SEP 2018)

KPK Cecar Chairuman Harahap Terkait Proses Penganggaran KTP-el

Juven Martua Sitompul - 10 Juli 2018 15:09 wib
Anggota DPR periode 2009-2014 Chairuman Harahap. Foto: MI/Rommy Pujianto.
Anggota DPR periode 2009-2014 Chairuman Harahap. Foto: MI/Rommy Pujianto.

Jakarta: Mantan Ketua Komisi II DPR RI Chairuman Harahap selesai diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sepanjang pemeriksaan, Chairuman dicecar soal proses penganggaran proyek bernilai Rp5,8 triliun tersebut.
 
"Iya itu saja, proses saya enggak hafal," kata Chairuman di Gedung KPK, Jakarta, Selasa, 11 Juli 2018.
 
Menurut Politikus Partai Golkar itu, tak ada hal baru yang dikonfirmasi penyidik. Ini bukan kali pertama Chairuman diperiksa KPK. Dia bahkan salah satu pihak yang rajin dipanggil penyidik untuk dimintai keterangan.
 
"Sama dengan yang dulu, enggak ada yang baru," ujarnya.
 
Nama Chairuman tercatat dalam surat dakwaan dua mantan pejabat Ditjen Dukcapil Kemendagri Irman dan Sugiharto. Dalam dakwaan itu, dia disebut menerima bancakan KTP-el sebesar USD520 ribu dan Rp26 miliar.

Baca: Chairuman Harahap Diperiksa untuk Novanto

Tak hanya dalam surat dakwaan, keterlibatan Chairuman itu juga diamini oleh mantan Ketua DPR RI Setya Novanto, yang kini sudah menjadi pesakitan korupsi KTP-el. Dalam beberapa persidangan, Novanto menyebut Chairuman menerima kucuran uang haram KTP-el dari Andi Agustinus alias Andi Narogong.
 
Disinggung hal itu, Chairuman lagi-lagi berkelit dan membantah telah menerima aliran uang korupsi KTP-el. "Enggak ada sepanjang pengetahuan saya enggak ada," pungkasnya.
 
Markus Nari ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi KTP-el sejak pertengahan Juli 2017 lalu. Markus diduga menerima uang sebesar Rp4 miliar karena membantu menambah anggaran proyek KTP-el pada 2012 sebesar Rp1,49 triliun. 


(FZN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KORUPSI E-KTP
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 20-09-2018