Ditangkap KPK, PDIP Pecat Ojang

Astri Novaria, Achmad Zulfikar Fazli - 12 April 2016 21:07 wib
Ojang Sohandi ke luar dari Gedung KPK mengenakan rompi tahanan, Selasa 12 April 2016. Foto: MI/Susanto
Ojang Sohandi ke luar dari Gedung KPK mengenakan rompi tahanan, Selasa 12 April 2016. Foto: MI/Susanto

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP, TB Hasanuddin memastikan Bupati Subang yang juga Ketua DPC PDIP Kabupaten Subang, Ojang Sohandi resmi dipecat dari jabatannya.

"Per hari ini, yang bersangkutan Ojang Suganda resmi dipecat sebagai Ketua DPC PDIP Kabupaten Subang. Yang bersangkutan telah membuat malu para kader yang sudah melakukan kinerja dengan baik. Instruksi dari Bu Mega sudah sangat jelas, bahwa setiap kader yang terlibat korupsi, sanksinya adalah pemecatan," ujar TB Hasanuddin dalam keterangan pers, Selasa (12/4/2016). 

Hasanuddin menyebut dalam setiap kesempatan seluruh kader PDIP baik di legislatif maupun yang menjabat sebagai kepala daerah, sudah kerap diingatkan untuk tidak melakukan tindakan korupsi maupun narkoba.

"Saya pun selalu mengingatkan hingga berbuih-buih kepada para kader di Jawa Barat agar tidak terlibat korupsi dan tidak gunakan narkoba. Baik di kongres, rakernas, rakerda juga disampaikan langsung oleh Ketua Umum kami Ibu Megawati," tegas dia. 

Terkait pemecatan itu, Hasanuddin menyebut PDIP segera mencari pengganti Ojang. Hal ini dilakukan supaya roda organisasi PDIP di Subang terus berjalan.

"Karena yang bersangkutan sudah ditetapkan sebagai tersangka, maka resmi kita pecat. Segera kita cari penggantinya sebagai pelaksana harian (Plh)," imbuh dia. 

Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto terpisah membenarkan Ojang dipecat sebagai kader dan juga dari jabatannya sebagai Ketua DPC PDIP Subang. Menurut Hasto, PDIP konsisten bakal memecat seluruh kader yang melakukan korupsi.

"Betul, kami pecat dan tidak mendapat bantuan hukum," ujar Hasto. 

Hasto menjelaskan bahwa PDIP terus berupaya memerangi korupsi serta menumbuhkembangkan kesadaran untuk melawan segala bentuk korupsi di organisasi partainya.

"Kami tidak bisa memecat kalau statusnya beliau sebagai Bupati. Yang bisa kami pecat hanya keanggotaan dan implikasinya adalah sebagai Ketua DPC," pungkas Hasto. 


Ojang Diduga Suap Jaksa

KPK menetapkan lima tersangka kasus dugaan suap penanganan perkara dugaan korupsi dana BPJS Kabupaten Subang. Ojang yang juga terdakwa dalam kasus itu diduga memberi duit pada jaksa supaya meringankan tuntutan.  
Selain Ojang, ada Jaksa Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Deviyanti Rochaeni, bekas Jaksa Kejaksaan Tinggi Jawa Barat yang dipindahtugaskan ke Kejati Jawa Tengah Fahri Nurmallo, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Subang Jajang Abdul Holik dan istri Jajang, Lenih Marliani.

KPK menjerat Jajang, Leni, dan Ojang, terduga pemberi suap, dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b dan atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. KPK juga menjerat Ojang dengan Pasal 12B UU Tipikor.

Deviyanti dan Fahri, terduga penerima suap, disangkakan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU Tipikor jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Tim Satuan Tugas KPK menangkap tersangka di Bandung dan Subang, Jawa Barat, Senin 11 April. 



(REN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KASUS KORUPSI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 19-11-2017