DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Fadli Zon Dukung RUU Perlindungan Data Pribadi

Anggi Tondi Martaon - 13 Maret 2018 12:45 wib
Wakil Ketua DPR Fadli Zon. Foto: Dok. DPR
Wakil Ketua DPR Fadli Zon. Foto: Dok. DPR

Jakarta: Indonesia membutuhkan aturan setingkat undang-undang untuk melindungi data pribadi masyarakat Indonesia. Sebab, melalui berbagai cara individu masyarakat dengan mudah memberikan data pribadinya tanpa ada perlindungan.

“Perlindungan ini sangat perlu. Sebab, di negara-negara paling demokratis pun perlindungan terhadap data pribadi diperlukan agar tidak disalahgunakan untuk berbagai kepentingan,” kata Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, melalui keterangan tertulis, Selasa, 13 Maret 2018.

Politikus Gerindra itu menyebutkan, penyalahgunaan data pribadi pada umumnya dimanfaatkan untuk penipuan. “Saya kira yang paling sederhana berupa permintaan sumbangan atas nama orang yang dibajak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Belum lagi masalah identitas yang disalahgunakan. Implikasinya bisa kemana-mana,” ucap Fadli.

Oleh karena itu, dia mendukung pemerintah dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia mengajukan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Data Pribadi. Bahkan, lembaga yang dinahkodai Rudi Antara itu ingin agar RUU tersebut menjadi prioritas pemerintah. Namun, niat tersebut belum disambut baik oleh Kementerian Hukum dan HAM. Kementerian yang dipimpin Yassona Laoly Hamonangan Laoly tidak memasukkan RUU Perlindungan Data Pribadi sebagai prioritas pemerintah. 

Fadli mengatakan, hal itu terjadi karena terjadi perbedaan kepentingan. Kemenkominfo ingin melindungi data pribadi, sedangkan kemenkum HAM tak ingin aturan tersebut nantinya menghambat akses untuk keamanan. "Jangan sampai antar pemangku kepentingan di pemerintah belum satu suara,” ucap Fadli.

Apa pun polemik yang terjadi di tubuh pemerintah dalam menyikapi RUU Perlindungan Data Pribadi , Fadli tetap menginginkan agar negara mempunyai aturan setingkat undang-undang untuk memproteksi data individu masyarakat Indonesia. Hal itu untuk menjamin agar data setiap orang tidak disalahgunakan oleh pihak tertentu.

“Saya menilai, data pribadi itu harus diproteksi. Jangan sampai data itu bisa diolah-olah dan direkayasa, sehingga menjadi hoaks,” ucap Fadli.


(ROS)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG BERITA DPR
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 18-12-2018