Istri Novato Absen dari Pemeriksaan KPK

Juven Martua Sitompul - 14 November 2017 13:08 wib
Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) batal memeriksa Deisti Astiani Tagor pada Jumat 10 November 2017, karena sakit. Istri Ketua DPR RI Setya Novanto itu sedianya diperiksa sebagai saksi kasus korupsi KTP elektronik (KTP-el) dengan tersangka Dirut PT Quadra Solution, Anang Sugiana Sudiharjo.
 
"Saksi Deisti Astiani Tagor yang telah dipanggil untuk agenda pemeriksaan Jumat, 10 November 2017. Yang bersangkutan tidak datang dan mengirimkan surat pemberitahuan tidak hadir karena sakit," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa 14 November 2017.

Baca: KPK Dalami Laporan Dugaan Merintangi Penyidikan Pengacara Novanto

Febri mengatakan, dalam surat pemberitahuan, Deisti turut melampirkan surat keterangan sakit dari Aditya Medical Centre. Pada surat itu, dijelaskan kalau Deisti perlu istirahat selama satu pekan.
 
"Surat tersebut ditandatangani dokter pemeriksa Okky Khadarusman," ujar dia.
 
Febri mengatakan, penyidik telah melayangkan surat panggilan kedua kepada Deisti dalam kapasitasnya sebagai mantan Komisaris PT Mondialindo Graha Perdana. Pemeriksaan akan dilakukan pada Senin 20 November 2017.
 
"Penyidik akan melakukan pemanggilan kembali untuk diperiksa pada Senin depan. Kami ingatkan agar yang bersangkutan mematuhi aturan hukum dan hadir memenuhi panggilan penyidik," pungkas Febri.
 
Nama Deisti sebagai pemilik PT Mondialindo Graha Perdana mencuat setelah Novanto dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong pada Jumat 3 November 2017. Saat itu, jaksa KPK mencecar Novanto soal kepemilikan saham Deisti dan anaknya Reza Herwindo di PT Mondialindo Graha Perdana.
 
Baca: Langkah Pengacara Novanto tak akan Hentikan Pengusutan Kasus KTP-el

Dalam sidang, jaksa KPK menyebut istri dan anak Novanto masing-masing memiliki 50 persen dan 80 persen saham PT Mondialindo Graha Perdana. Perusahaan ini sendiri diketahui sebagai pemegang saham PT Murakabi Sejahtera, salah satu peserta tender proyek e-KTP.
 
Tak hanya itu, pada persidangan tersebut Novanto mengakui pernah menjadi Komisaris di PT Mondialindo Graha Perdana pada 2000-2002. Namun, dia berkelit kalau istri dan anaknya ikut dalam kepemilikan perusahaan tersebut.




(FZN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KORUPSI E-KTP
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sat , 18-11-2017