DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.052.810.215 (14 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

KPK Periksa Tiga Anggota DPRD Mojokerto

Juven Martua Sitompul - 14 Februari 2018 12:02 wib
Juru bicara KPK Febri Diansyah - MI/Rommy Pujianto.
Juru bicara KPK Febri Diansyah - MI/Rommy Pujianto.

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan tiga anggota DPRD Kota Mojekerto periode 2014-2019. Ketiganya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Wali Kota Mojokerto Masud Yunus (MY).
 
Tiga anggota legislatif daerah yang dipanggil penyidik itu yakni, Hardyah Santi, Udji Pramono, dan Riha Mustafa.
 
"Ketiganya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka MY," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu, 14 Februari 2018.
 
Selain itu, KPK juga memanggil Kepala Badan Pembinaan Pengusahaan Kontraktor Asing (BPPKA) Kota Mojokerto, Agung Moeljono. Dia diperiksa sebagai saksi untuk tersangka yang sama.

Baca: Walkot Yunus Beberkan Suap APBD di Mojokerto

Penetapan tersangka Masud Yunus merupakan pengembangan dari perkara suap yang menjerat Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Mojokerto, Wiwiet Febryanto, dan tiga anggota DPRD Kota Mojokerto, yakni Ketua DPRD Kota Mojokerto Purnomo serta Wakil Ketua DPRD Kota Mojokerto Abdullah Fanani dan Umar Faruq.
 
Masud diduga kuat ikut menyetujui Wiwiet Febryanto memberikan sejumlah uang kepada pimpinan DPRD Kota Mojokerto. Masud Yunus ditetapkan sebagai tersangka pada 17 November 2017.
 
Atas perbuatannya, Masud Yunus dijerat Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 13 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.




(FZN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KASUS KORUPSI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 20-11-2018