Pejabat Kemenhub Akui Terima Rp400 Juta

Damar Iradat - 07 Desember 2017 16:14 wib
Suasana sidang kasus suap Dirjen Hubla di Pengadilan Tipikor/Medcom.id/Damar Iradat
Suasana sidang kasus suap Dirjen Hubla di Pengadilan Tipikor/Medcom.id/Damar Iradat

Jakarta: Kasubdit Pengerukan dan Reklamasi Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Wisnoe Wihandani mengaku sempat menerima fulus. Uang ratusan juta itu diterima dari Komisaris PT Adhiguna Keruktama Adi Putra Kurniawan.

"Ya terima dari terdakwa (Adi Putra) Rp400 juta," kata Wisnoe saat bersaksi dalam persidangan dengan terdakwa Adi Putra di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis, 7 Desember 2017.

Penyerahan uang dilakukan bertahap. Adi Putra pertama kali menyerahkan uang Rp300 juta kepada Wisnoe, sedangkan Rp100 juta sisanya menyusul diserahkan.

Uang itu diserahkan Adi Putra pada 2017 setelah Surat Izin Kerja Keruk (SIKK) keluar. Namun, Adi membantah pemberian uang berkaitan SIKK.

Dalam keterangannya di Berita Acara Pemeriksaan (BAP), Wisnoe mengatakan pemberian uang sebagai bentuk terima kasih Adi Putra terkait pengerjaan pengerukan pelabuhan Tanjung Mas. Tapi, ia tak tahu pasti tujuan pemberian uang.

Jaksa kemudian mengonfirmasi apakah Wisnoe pernah memberi bantuan kepada Adi Putra. Wisnoe mengaku tak pernah membantu. Penjelasan itu justru membuat jaksa kembali mencecar.

"Lalu kenapa terima?" tanya jaksa.

"Ya uangnya ditaruh (di meja), ya sudah saya terima uangnya. Saya bawa pulang ke rumah," jawab Wisnoe.

Adi Putra didakwa menyuap mantan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Antonius Tonny Budiono Rp2,3 miliar. Suap diberikan terkait pengerjaan pengerukan empat pelabuhan yang dikerjakan Adi Putra.

Empat proyek itu ialah pengerukan alur pelayaran Pelabuhan Pulang Pisau Kalimantan Tengah, Pelabuhan Samarinda, pengerukan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, pengerukan di Bontang Kalimantan Timur, dan pengerukan di Lontar Banten.


(OJE)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG OTT DI KEMENHUB
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 12-12-2017