BNPT: Polisi Masih jadi Sasaran Utama Teror

Whisnu Mardiansyah - 17 Mei 2018 16:09 wib
Polisi terluka akibat penyerangan di Mapolda Riau - foto: istimewa.
Polisi terluka akibat penyerangan di Mapolda Riau - foto: istimewa.

Jakarta: Direktur Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Irfan Idris menyebut polisi masih menjadi sasaran utama kelompok teror. Melihat dari beberapa kasus di Surabaya, Jawa Timur; dan Riau, pelaku menyerang markas kepolisian.

"Aparat jadi sasaran karena aparat kepolisian ini memiliki satuan khusus yang memang bertugas untuk menumpas mereka," kata Irfan dalam perbincangan dengan Medcom.id, Kamis, 17 Mei 2018.

Irfan menilai serangan brutal ke markas kepolisian karena keberhasilan polisi menangkap anggota dan mengungkap jaringan teror. Hal inilah yang membangkitkan jaringan-jaringan yang belum tertangkap aparat.

"Kalau teror itu aparat kepolisian sangat berhasil. Dan mungkin itulah yang menyerukan," tutur dia. 

(Baca juga: BNPT Akui Sulit Cegah Aksi Teror)

Terkait maraknya aksi teror, BNPT meminta masyarakat tetap tenang dan tak perlu takut. Ungkapan rasa takut justru semakin memberi legitimasi keberadaan kelompok teror.

"Strategi mereka untuk menimbulkan ketakutan dan teror. Jadi kalau masyarakat sudah merasa takut itu kita sudah sesungguhnya kita dibelah," jelas dia. 

Apalagi, kalau sampai di tengah masyarakat terjadi silang pendapat mengenai aksi teror yang terjadi. Termasuk, tudingan pengalihan isu dan rekayasa yang mencuat di media sosial.

"Jika ini yang terjadi, kita tidak bisa melawan bersama-sama (terorisme). Bahwasanya itu kejahatan luar biasa. Musuh kemanusiaan yang harus ditumpas habis," pungkas dia. 

(Baca juga: Teroris Tanggung Jawab BNPT)
 


(REN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG TERORISME
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 23-05-2018