Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.626.772.093 (16 JULI 2018)

Misbakhun Tantang KPK Tuntaskan Kasus Century

Fachri Audhia Hafiez - 16 April 2018 18:20 wib
Inisiator Pansus Century Misbakhun (kiri) didampingi Pakar hukum tindak pidana pencucian uang Yenti Ganarsih menyampaikan pernyataannya dalam diskusi dialektika di Press Room DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (12/4/2018). Foto: MI/Susanto
Inisiator Pansus Century Misbakhun (kiri) didampingi Pakar hukum tindak pidana pencucian uang Yenti Ganarsih menyampaikan pernyataannya dalam diskusi dialektika di Press Room DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (12/4/2018). Foto: MI/Susanto

Jakarta: Mantan Anggota Tim Pengawas Century DPR, Muhammad Misbakhun, mengatakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus bisa menuntaskan kasus bailout Bank Century. Menurut dia, kasus Century jangan berakhir seperti Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

"KPK mau melanjutkan lagi atau tidak? Ini mau menuntaskan atau tidak atau malah mau seolah-olah mau menuntaskan tapi tidak selesai-selesai," kata Misbakhun dalam forum diskusi Skandal Bank Century di Hotel Century Park, Jakarta, Senin, 16 April 2018.

Politikus Golkar itu menegaskan KPK sudah mampu menangkap bupati, wali kota, ketua hakim tinggi, ketua Mahkamah Konstitusi, dan ketua DPR yang terlibat korupsi. Namun, KPK dianggap belum berani mengungkap kasus Century lantaran dinilai menyeret nama-nama besar.

"Kembali kepada KPK, berani tidak masuk level berikutnya?" ujar Misbakhun.

Baca juga: Kasus Century Dinilai tak Serumit Kasus Jessica


Diskusi kasus Bailout Bank Century. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.

Masyarakat, kata dia, harus mendorong KPK untuk menuntaskan kasus yang merugikan negara Rp6,7 triliun itu. Menurut Misbakhun, masyarakat saat ini seolah dipaksa untuk melupakan kasus Century.

"Mari buka daya ingat kembali, banyak kasus besar yang bikin kita lupa. Kita dipaksa untuk melupakan," kata eks politikus PKS itu.




(MBM)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG BANK CENTURY
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 17-07-2018