DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Pengadilan Tinggi Kuatkan Hukuman Fredrich Yunadi

Damar Iradat - 10 Oktober 2018 13:52 wib
Fredrich Yunadi. Foto: Medcom.id/Arga.
Fredrich Yunadi. Foto: Medcom.id/Arga.

Jakarta: Pengadilan Tinggi Jakarta menguatkan putusan hukuman tujuh tahun penjara terhadap terdakwa kasus menghalangi penyidikan perkara korupsi KTP-el, Fredrich Yunadi. Putusan ini sama dengan putusan hakim di pengadilan tingkat pertama.
 
"Putusannya menguatkan putusan tingkat pertama. Pidana badan tetap tujuh tahun," kata jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Sutan Takdir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 10 Oktober 2018.
 
Jaksa Sutan mengaku telah menerima putusan tersebut pada 9 Oktober 2018. Pihaknya akan mempelajari putusan itu untuk menentukan langkah hukum selanjutnya,
 
Ia menjelaskan, seluruh fakta dalam persidangan di Pengadilan Tipikor menjadi pertimbangan putusan majelis hakim tinggi. "Semua fakta yang terungkap selama persidangan diambil alih sepenuhnya oleh majelis hakim tinggi," tutur Sutan.

Baca: Fredrich Yunadi Dihukum 7 Tahun Penjara

Fredrich sebelumnya divonis bersalah telah merintangi penyidikan kasus korupsi KTP-el dengan tersangka Setya Novanto. Ia dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara oleh majelis hakim yang diketuai Hakim Syaifuddin.
 
Atas putusan tersebut, Fredrich mengajukan banding. Ia tidak terima vonis hakim itu karena merassa tidak bersalah.
 
Jaksa juga mengajukan banding. Menurut jaksa, vonis Fredrich masih kurang dari dua pertiga tuntutan jaksa yang menuntut agar Fredrich dihukum 12 tahun penjara.


(FZN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KORUPSI E-KTP
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 17-12-2018