Johannes Kotjo Divonis 2 Tahun 8 Bulan Penjara

Fachri Audhia Hafiez - 13 Desember 2018 15:05 wib
Terdakwa kasus suap proyek PLTU Riau-I Johannes Budisutrisno Kotjo/Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Terdakwa kasus suap proyek PLTU Riau-I Johannes Budisutrisno Kotjo/Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Jakarta: Terdakwa kasus suap proyek PLTU Riau-I Johannes Budisutrisno Kotjo divonis  2 tahun 8 bulan penjara. Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta juga mewajibkan Kotjo membayar denda Rp150 juta subsider tiga bulan penjara.

"(Johannes Kotjo) terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan pertama," kata Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Lukas Prakoso saat membacakan amar putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta  Pusat, Kamis, 13 Desember 2018.

Baca: Putra Novanto Pertemukan Eni dengan Johannes Kotjo

Majelis hakim menilai  Kotjo terbukti melakukan praktik korupsi sebagai pihak penyuap eks Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih. Ia juga terbukti menyuap eks Menteri Sosial Idrus Marham.

Tak mendukung program pemerintah memberantas korupsi menjadi pertimbangan memberatkan untuk Kotjo. Hakim juga memberikan pertimbangan meringankan, takni, Kotjo bersikap sopan, berterus terang selama menjalani persidangan, dan tidak pernah menjalani proses hukum sebelumnya.

Kotjo menerima dan tidak menyatakan banding. Sementara itu, JPU KPK belum memutuskan menerima atau mengambil langkah hukum lanjutan.

Baca: Johannes Kotjo Dituntut Empat Tahun Bui

Putusan untuk Kotjo lebih rendah dibanding tuntutan JPU KPK yang memunta hakim memvonis Kotjo 4 tahun penjara. JPU KPK juga meminta Kotjo didenda Rp250 juta subsider 6 bulan kurungan.

Kotjo terbukti melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.


(OJE)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG OTT KPK
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 17-01-2019