Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.641.144.273 (17 JULI 2018)

Menkes Ancam Cabut Izin RS Nakal

M Sholahadhin Azhar - 12 Januari 2018 17:04 wib
Menteri Kesehatan Nila F Moeloek. Foto: MTVN/Patricia Vicka
Menteri Kesehatan Nila F Moeloek. Foto: MTVN/Patricia Vicka

Jakarta: Menteri Kesehatan RI Nila F Moeloek mengancam bakal mencabut izin rumah sakit nakal. Termasuk yang baru-baru ini terjadi yakni menghalangi penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Kalau memang dalam hal ini ada kesalahan ya betul itu ada aturan teguran keras. (Teguran) pertama, kedua sampai pidana, sampai cabut izin juga," kata Nila di Kantor Kominfo, Jakarta Pusat, Jumat, 12 Januari 2018.

Tapi, Nila bilang itu harus dibuktikan dahulu. Salah satunya lewat pengadilan. 

Kalau memang terbukti melakukan tindakan kriminal, bukan tidak mungkin izin rumah sakit dicabut. "Itu kan ranah kriminal dulu ya, harus dibuktikan. Kalau betul kriminal ya kita cabut izin," tandas Nila.

(Baca juga: 3 Kamar Rawat VIP Dipesan Sebelum Novanto Kecelakaan)

KPK sebelumnya menetapkan dokter RS Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo sebagai tersangka merintangi penyidikan kasus dugaan korupsi proyek KTP-el yang menjerat Setya Novanto. Bimanesh diduga memanipulasi data medis Novanto agar dirawat dan bisa menghindari pemeriksaan KPK pada pertengahan November 2017 lalu. 

Tak hanya itu, Pengacara Setya Novanto Fredrich Yunadi juga diduga kuat telah bersekongkol dengan Bimanesh, untuk mengatur RS Medika Permata Hijau sebelum Novanto mengalami kecelakaan.

Atas perbuatannya, Fredrich dan Bimanesh dijerat dengan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(Baca juga: Skenario Fredrich Yunadi untuk Selamatkan Novanto)




(REN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KORUPSI E-KTP
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 18-07-2018