Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.387.516.226 (18 JUNI 2018)

Ketua MK Memilih Bungkam soal Desakan Mundur

Achmad Zulfikar Fazli - 13 Maret 2018 14:28 wib
Ketua MK Arief Hidayat/ANT/Wahyu Putro
Ketua MK Arief Hidayat/ANT/Wahyu Putro

Jakarta: Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat enggan merespons desakan mundur dari sejumlah kalangan. Arief dianggap tak lagi layak menjabat setelah dijatuhi sanksi etik oleh Dewan Etik MK.

"Saya sudah katakan yang lalu, saya enggak akan komentar lagi," tegas Arief di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 13 Maret 2018.

Ia memilih bungkam karena tak ingin membuat gaduh. Apalagi, MK juga akan menghadapi sengketa Pilkada Serentak 2018.

"Kalau saya juga komentar gaduh, enggak elok," ujar dia.

Ia menyerahkan nasibnya kepada Dewan Etik MK. Hanya Dewan Etik MK yang berwenang memutuskan apakah dirinya harus mundur atau tidak.

Ia meminta semua pihak tidak berpikiran buruk. Hal itu penting demi kemajuan bangsa Indonesia.

"Indonesia kalau selalu suudzon, gaduh, enggak bisa maju. Ya mari kita melangkah ke depan dengan sebaik-baiknya," ucap Arief.


(OJE)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG MAHKAMAH KONSTITUSI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 19-06-2018