Pengguna Jasa Saracen Bakal Dijerat Pasal Berlapis

Arga sumantri - 13 September 2017 19:00 wib
Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Hubungan Masyarakat Polri Kombes Martinus Sitompul. Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Hubungan Masyarakat Polri Kombes Martinus Sitompul. Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Metrotvnews.com, Jakarta: Polisi akan mempidanakan pengguna jasa kelompok penyebaran ujaran kebencian, Saracen. Pemesan bakal kena pasal berlapis.
 
Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Martinus Sitompul, mengatakan, pemesan Saracen boleh saja lepas dari jerat Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Namun, pemesan bisa kena jerat lewat Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).
 
"Bisa dihukum. Kan di juncto kan dengan KUHP," Kata Martinus di Kompleks Mabes Polri, Rabu 13 September 2017.

Baca: Polisi bakal 'Menguliti' Komunikasi Asma Dewi

Namun, sampai hari ini, polisi masih mengusut siapa saja yang menjadi pemesan Saracen. Selain dari rekening yang didapat, penyidik juga menguliti rekam jejak komunikasi para tersangka di kelompok Saracen.
 
Saracen, kelompok penyebar kebencian, menjadi buah bibir setelah Polri menangkap tiga pengurusnya, yakni, MTF, SRN dan JAS. Organisasi ini kerap mendapat pesanan dari pihak tertentu untuk menyerang pemerintah, pejabat, publik, tokoh masyarakat atau suatu kelompok.

Baca: Polisi Telusuri Kemungkinan Penghina Iriana Jokowi Terlibat Saracen

Nama baik perorangan atau institusi dijatuhkan melalui pemberitaan yang berbau penghinaan, sentimen agama, sampai kepada hoaks. Tak hanya itu, jasa Saracen kerap digunakan pemesan dalam perhelatan demokrasi semisal pilkada.
 
Pemesan akan meminta Saracen untuk menyerang dan menjatuhkan elektabilitas lawan politiknya. Belum diketahui secara detail siapa saja yang pernah menggunakan jasa Saracen.
 
Terakhir, polisi juga menangkap Asma Dewi yang diduga terkait kelompok Saracen. Polisi juga telah mengantongi hasil analisis aliran duit Asma Dewi dari Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).




(FZN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG UJARAN KEBENCIAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 19-11-2017