Jadi Tersangka Korporasi, KPK Bisa Sita Aset PT DGI

Juven Martua Sitompul - 12 Oktober 2017 07:21 wib
Jaksa Penuntut Umum KPK Irene Putrie (kiri) bersama Jubir Febri Diansyah menyampaikan materi diskusi di Gedung KPK, Jakarta, Rabu 11 Oktober 2017. MI/Rommy Pujianto.
Jaksa Penuntut Umum KPK Irene Putrie (kiri) bersama Jubir Febri Diansyah menyampaikan materi diskusi di Gedung KPK, Jakarta, Rabu 11 Oktober 2017. MI/Rommy Pujianto.

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat menyita aset-aset korporasi yang terjerat tindak pidana korupsi. PT Duta Graha Indonesia yang kini berganti nama menjadi PT Nusa Kontruksi Enjiniring atau PT DGIK merupakan satu-satunya perusahaan yang ditetapkan sebagai tersangka korporasi oleh KPK.

Pernyataan itu ditegaskan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK Irene Putri saat menggelar diskusi bertajuk 'Barang Sitaan dan Barang Rampasan'. Menurut Irene, penyitaan dilakukan untuk membayar uang pengganti yang diterima PT DGI.

"Terhadap perusahaan-perusahaan, apalagi tersangkanya kan korporasi, aset-aset korporasi bisa kami sita untuk pembayaran uang pengganti yang diduga diterima korporasi," kata Irene di gedung KPK, Jakarta, Rabu 11 Oktober 2017.

Selain aset perusahaan, Irene menyebut dalam sidang jaska KPK juga bisa meminta Majelis Hakim Pengadilan Tipikor mencabut izin usaha perusahaan-perusahaan yang nakal, salah satunya PT DGIK. KPK bahkan dapat menyita perusahaan tersebut.

Irene mengungkapkan, hal ini sebelumnya pernah dilakukan KPK. Salah satu perusahaan di Riau disita kemudian dilelang dan berhasil terjual dengan nilai Rp46 miliar.

"KPK bisa sita perusahaan. Kita sita pabriknya. Sudah dilelang dan laku Rp46 miliar di daerah Riau. Izin usahanya juga bisa dicabut," tandas Irene.

KPK sebelumnya menetapkan PT DGI sebagai tersangka dalam kasus proyek pembangunan Rumah Sakit Khusus Infeksi dan Pariwisata RS Universitas Udayana sejak 5 Juli 2017. Dari proyek ini, negara diduga mengalami kerugian hingga Rp25 miliar.

Selain itu, perusahaan yang kini berganti nama menjadi PT Nusa Konstruksi Enjiniring ini pun diketahui bermitra dengan Permai Grup milik terpidana korupsi Wisma Atlet Muhammad Nazaruddin.


(DRI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KASUS KORUPSI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 23-10-2017