Bimanesh Dinilai Ikut Berniat Jahat

Damar Iradat - 11 Mei 2018 15:31 wib
Dokter Bimanesh Sutarjo/MI/Rommy Pujianto
Dokter Bimanesh Sutarjo/MI/Rommy Pujianto

Jakarta: Dokter Rumah Sakit Permatan Hijau Bimanesh Soetarjo dapat dikatakan memiliki niat jahat jika mengetahui perihal rekayasa kecelakaan yang dialami Setya Novanto. Bimanesh merupakan terdakwa kasus merintangi penyidikan kasus dugaan korupsi KTP-el yang melibatkan Setya Novanto.

"Kalau minta (diagnosis) kecelakaan, tapi kecelakaan itu belum terjadi, jelas itu rekayasa. Itulah mens rea (niat jahat)," kata Ahli hukum pidana dari Universitas Jenderal Soedirman Noor Aziz Said di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat, 11 Mei 2018.

Baca: Bimanesh Merasa Dijebak Oleh Fredrich

Noor Aziz yang dihadirkan sebagai saksi ahli dalam sidang lanjutan perkara merintangi penyidikan mengatakan sebenarnya tidak masalah bila dokter menerima pasien yang sedang bermasalah hukum. Ia baru bisa dikenai sanksi pidana bila mengetahui rekayasa dan tetap melanjutkan permintaan.

Bimanesh tak akan terkena masalah bila konsisten dengan kenyataan ia menangani pasien. "Kalau tahu ada rekayasa, itu berarti sudah memiliki mens rea," jelas Noor.

Baca: Ahli: Dokter Bisa Dijatuhi Sanksi Pidana

Bimanesh Sutarjo didakwa merintangi penyidikan kasus dugaan korupsi proyek KTP-el yang menjerat Setya Novanto. Ia diduga bekerja sama dengan advokat Fredrich Yunadi agar Novanto tak diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Bimanesh didakwa melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.


(OJE)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KORUPSI E-KTP
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sat , 26-05-2018