OTT di Cianjur Terkait Anggaran Pendidikan

Juven Martua Sitompul - 12 Desember 2018 14:58 wib
Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif (tengah) mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. Foto: MI/Mohamad Irfan.
Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif (tengah) mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. Foto: MI/Mohamad Irfan.

Jakarta: Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia diduga terlibat suap anggaran pendidikan di Cianjur, Jawa Barat.

"Didapatkan bukti awal dugaan telah terjadi transaksi suap terhadap penyelenggara negara," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif melalui pesan singkat, Jakarta, Rabu, 12 Desember 2018.

Menurut dia, Irvan diringkus bersama lima orang lainnya. Diduga, uang suap yang akan diberikan kepada Irvan berasal dari sejumlah kepala sekolah yang 'dipalak' oleh kepala dinas.

"Enam orang yang diamankan itu terdiri dari kepala daerah, kepala dinas dan kepala bidang, serta dari unsur MKKS (musyawarah kerja kepala sekolah) dan pihak lain," ujar dia.

Baca: KPK Gelar OTT di Cianjur

Tak hanya para pelaku, tim juga menyita uang Rp1,5 miliar yang diduga hasil memalak dari kepala dinas. Uang itu diduga berkaitan dengan perkara suap tersebut.

Laode belum bisa memerinci lebih jauh operasi tangkap tangan (OTT) ini. Semua hal terkait OTT ini, kata dia, akan diumumkan dalam konferensi pers.

Saat ini, semua pihak yang ditangkap sudah dibawa ke markas lembaga antirasuah. Penyidik memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status dari para pihak yang ditangkap.


(OGI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG OTT KPK
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 22-01-2019