Pejabat Dinas Kesehatan Jombang Diusut KPK

Muhammad Al Hasan - 13 Februari 2018 11:28 wib
Ilustrasi: Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi di Jakarta. Foto: MI/Rommy Pujianto.
Ilustrasi: Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi di Jakarta. Foto: MI/Rommy Pujianto.

Jakarta: Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang Bambang Irawan dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia akan diperiksa terkait kasus suap kepada Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko. 

"Saksi akan diperiksa untuk tersangka NSW (Nyono Suharli Wihandoko)," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi Selasa, 13 Februari 2018.

Selain Bambang, KPK juga memanggil dr Subur. Ia juga dikorek sebagai saksi untuk tersangka Nyono. 

KPK menetapkan Nyono dan Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang Inna Sulistyowati sebagai tersangka suap. Nyono diduga kuat menerima uang suap sejumlah Rp434 juta dari Inna. 

Suap diduga untuk memuluskan Inna menjadi kepala dinas definitif. Uang suap yang diterima Nyono diduga bakal digunakan untuk kepentingannya maju kembali di Pilkada Jombang 2018.

Inna mengumpulkan uang itu dari kutipan jasa pelayanan kesehatan/dana kapitasi dari 34 puskesmas di Jombang. Pembagian uang itu antara lain; 1 persen untuk Paguyuban Puskesmas se-Jombang, 1 persen untuk Inna, dan 5 persen untuk Nyono. 

Baca: Bupati Jombang hanya Lempar Senyum

Selain itu, Inna juga membantu membantu penerbitan izin operasional sebuah rumah sakit swasta di Jombang dan meminta pungli izin. Hasil pungli sebesar Rp75 juta itu kemudian diserahkan kepada Nyono.

Atas perbuatannya, Inna sebagai pemberi suap disangkakan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Nyono sebagai penerima suap disangkakan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.





(OGI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG OTT KPK
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 26-02-2018