Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp 5.963.078.120 (13 AGUSTUS 2018)

Penyerang Gereja Santa Lidwina Bergerak Sendiri

Arga sumantri - 13 Februari 2018 15:34 wib
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto - MI/Rommy Pujianto
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto - MI/Rommy Pujianto

Jakarta: Polisi memastikan penyerangan Gereja Santa Lidwina di Sleman, Yogyakarta bersifat lonewolf alias pelaku tunggal. Polri belum menemukan adanya afiliasi pelaku teror dengan jaringan tertentu. 

"Sampai sejauh ini kita masih melihat lonewolf," kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Komplek Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa 13 Februari 2018.

Setyo menuturkan, pelaku bernama Suliono itu, mendapat pemahaman keagamaan yang keliru dari internet. Atas dasar pemahaman yang salah itu pula, Suliono kemudian memiliki dorongan pribadi untuk menyerang gereja.

"Dia belajar dari internet, kemudian ia ingin melaksanakannya (aksi teror) dari dorongan dia sendiri," ungkap Setyo. 

Jenderal bintang dua itu menyebut kesimpulan pelaku bergerak sendiri ini berdasarkan hasil interogasi sementara kepolisian. Setyo memastikan keterangan itu belum bersifat projucticia lantaran pelaku belum bisa dilakukan wawancara untuk masuk dalam berita acara pemeriksaan (BAP).

(Baca juga: Bupati Sleman: Penyerangan Gereja Mengusik Kota Pelajar)

"Interogasi kan belum projusticia. Itu masih mungkin, informasi-informasi awal. Nanti akan didalami lagi dan projusticia kalau sudah BAP setelah sembuh. Di BAP kalau belum sembuh enggak boleh," tutur dia. 

Satu Romo dan tiga jemaat mengalami luka sabetan pedang Suliono, warga Banyuwangi, Jawa Timur. Korban luka dibawa ke Rumah Sakit Panti Rapih. Korban juga harus menjalani operasi akibat luka di sekujur tubuh. 


 


(REN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PENYERANGAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 15-08-2018