Gerindra Protes Kasus Asma Dewi Dikaitkan dengan Adik Prabowo

M Rodhi Aulia - 13 Oktober 2017 01:48 wib
Waketum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad -- Foto: Antara/Puspa Perwitasari
Waketum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad -- Foto: Antara/Puspa Perwitasari

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad melayangkan protes kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Protes tersebut terkait penyidik Polri yang mempertanyakan aliran dana Asma Dewi dari yayasan milik adik Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Hasjim Djodjohadikusumo.

"Itu yang pertama. Kemudian ditanya juga apakah beliau (Asma Dewi) menerima dana dari Yayasan pak Hasjim Djodjohadikusumo (adik Ketum Gerindra Prabowo Subianto)," kata Sufmi dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kapolri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis 12 Oktober 2017.

Sufmi menegaskan, kepolisian tak memiliki dasar kuat untuk mempertanyakan hal tersebut kepada Asma Dewi. Pertanyaan itu dinilai membabi buta dan sangat tendensius kepada Partai Gerindra dan keluarga besar Prabowo.

"Apakah karena kami partai di luar koalisi pemerintah atau ada sebab-sebab lain. Itu perlu dijawab. Polri kami pikir harus profesional memisahkan fakta-fakta yang terkait dengan pidana atau tidak," ucap dia.

Dia juga tak terima jika Asma Dewi disebut menjadi anggota Whatsapp Group Gerakan Merah Putih Prabowo Subianto (GMPPS) dan berperan membangun ujaran kebencian pada Pilpres 2019.

"Ini sangat kami sangat sayangkan karena anggota Polri tersebut seperti memberi umpan kepada media untuk berspekulasi dan bahkan menuduh tanpa ada dasar sama sekali. Jangan bermain-main dengan asumsi," kata dia.

Baca juga: Asma Dewi Diduga Koordinator Tamasya Al Maidah

Sufmi menambahkan, Prabowo selama ini menahan diri untuk berkomentar pedas di media agar Presiden dan Wakil Presiden tetap konsentrasi menjalankan roda pemerintahan. "Informasi ini baru kami dapat dua hari lalu pak Kapolri. Selama ini kami pikir kasus ini berjalan apa adanya. Tapi kok dikait-kaitkan dengan Partai Gerindra dan keluarga pak Hasyim, pak Prabowo. Ini informasi yang valid ini menjadi perhatian bagi kami," kata dia.

Seperti diberitakan, Asma Dewi ditangkap polisi terkait kasus ujaran kebencian yang diunggahnya lewat akun media sosial. Polisi menerapkan Pasal 28 Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) terhadap Asma Dewi.

Belakangan, Asma Dewi juga disebut terkait dengan kelompok ujaran kebencian Saracen. Namun, belum jelas benar peran Asma Dewi di organisasi itu.

Selama menjalani pemeriksaan, Purnomo menyebut Asma Dewi tak pernah mengakui bagian dari Saracen. Polisi juga belum mendapat pengakuan lugas dari pengelola Saracen yang ditangkap.

Baca: Anggota Saracen akan Diadili di PN Cianjur

 


(Des)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG UJARAN KEBENCIAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Mon , 23-10-2017