RS Medika Permata Hijau Belum Putuskan soal Nasib Dokter Bimanesh

Deny Irwanto - 12 Januari 2018 09:53 wib
Ilustrasi--ruang perawatan Setya Novanto di RS Medika Permata Hijau, Jakarta, Kamis (16/11)--MI/RAMDANI
Ilustrasi--ruang perawatan Setya Novanto di RS Medika Permata Hijau, Jakarta, Kamis (16/11)--MI/RAMDANI

Jakarta: Pihak Rumah Sakit Medika Permata Hijau belum bisa banyak bicara, mengenai penetapan tersangka Dokter Bimanesh Sutarjo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Belum ada keputusan soal nasib Dokter Bimanesh Sutarjo.

"Kebetulan saya juga baru cuti, jadi misalkan kalau mau konfirmasi dari kemarin juga banyak yang telepon ke saya, nanti Direktur kita yang akan turun tangan masalah itu, satu pintu," kata Humas Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Romi Sukardi saat dihubungi Medcom.id, Jumat, 12 Januari 2018.

Baca: KPK Sita Alat Pembuat Keterangan Visum dari Dokter Bimanesh
 
Romi mengaku belum mengetahui pasti langkah pihak rumah sakit, usai adanya penetapan tersangka tersebut. Menurutnya, semua akan dibicarakan langsung oleh Direktur rumah sakit. 

"Kebetulan (direktur) lagi di luar negeri, saya kurang tahu beliau kapan baliknya, nanti tunggu kabar selanjutnya ya," beber Romi.

Baca: Menkes Sarankan Kasus Dokter BS Diserahkan ke IDI

KPK tengah mengusut kasus dugaan merintangi penyidikan kasus KTP-elektronik dengan tersangka Setya Novanto. Pada kasus ini, dua orang sudah ditetapkan sebagai tersangka, yakni mantan pengacara Novanto, Fredrich Yunadi, dan dokter RS Medika yang menangani Novanto Bimanesh Sutarjo. 

Keduanya diduga kuat telah menghalang-halangi proses penyidikan perkara korupsi KTP-el yang menjerat Novanto. Fredrich dan Bimanesh dijerat Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

KPK melalui Ditjen Imigrasi juga mencegah keduanya bepergian ke luar negeri per 8 Desember 2017. Pencegahan juga dilakukan untuk ajudan Novanto AKP Reza Pahlevi, M Hilman Mattauch, dan Achmad Rudyansyah.



(YDH)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KORUPSI E-KTP
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 23-01-2018