Ahok: BPK Menyembunyikan Data Kebenaran

LB Ciputri Hutabarat - 12 April 2016 22:25 wib
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama usai diperiksa di KPK - MTVN/LB Ciputri Hutabarat
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama usai diperiksa di KPK - MTVN/LB Ciputri Hutabarat

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selesai memeriksa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Sekitar 12 jam diperiksa ada satu hal yang mengejutkan Ahok terkait hasil audit investigasi Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK).

"Yang pasti saya bilang (memberitahu KPK) BPK menyembunyikan data kebenaran," kata Ahok di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (12/4/2016) malam. 

Ahok tak menjelaskan secara detail data kebenaran yang disembunyikan BPK begitu juga dengan tujuan BPK menyembunyikannya. Sebelumnya BPK memang membuat tim audit investigasi soal pengadaan lahan Rumah Sakit Sumber Waras.

BPK sempat menyebut pembelian Sumber Waras sudah terindikasi salah sejak tahap perencanaan pembelian dan diduga merugikan negara sebesar Rp191 miliar. Saat itu, BPK sempat meminta keterangan Ahok selama delapan jam.

Karena menyembunyikan sesuatu, Ahok bilang BPK meminta Pemprov DKI untuk melalukan suatu hal yang mustahil. BPK meminta Pemprov DKI membeli lagi lahan Sumber Waras seluas 3,7 hektar tersebut.

"BPK minta kita melakukan sesuatu yang enggak bisa kita lakukan," beber dia.

Sebelumnya Anggota BPK Eddy Mulyadi Soepardi menjelaskan, penyimpangan pembelian lahan RS Sumber Waras sudah terjadi sejak awal. "Perencanaan, penganggaran, pembentukan tim pengadaan pembelian lahan, pembentukan harga, dan penyerahan hasil," beber Eddy, 7 Desember lalu.

BPK menilai proyek ini merugikan Pemprov DKI Jakarta sebanyak Rp191 miliar. Selisih harga tersebut terjadi karena perbedaan harga nilai jual objek pajak (NJOP) pada lahan di sekitar dengan di rumah sakit. BPK mengindikasikan adanya penggelembungan harga dalam pembelian tanah.

Di tengah penyelidikan perkara ini, KPK menghadapi gugatan praperadilan yang diajukan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI). Alasan praperadilan lantaran KPK belum juga menaikkan status perkara ke penyidikan.

Pemeriksaan pada Ahok hari ini merupakan yang pertama. Ahok mengaku dicecar 50 pertanyaan oleh penyidik terkait pembelian lahan RS Sumber Waras. 


(REN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG AHOK
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 26-09-2017