Praperadilan Ditolak, Berkas Perkara Hary Tanoe Dipercepat

Arga sumantri - 17 Juli 2017 16:21 wib
CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo. Foto: MI/Arya
CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo. Foto: MI/Arya

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktorat Tindak Pidana (Dirtipid) Siber Bareskrim Polri bakal mengebut berkas perkara Hary Tanoesoedibjo. Pengadilan telah menolak praperadilan Hary sebagai tersangka kasus dugaan ancaman melalui pesan singkat (SMS).
 
Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Fadil Imran, menegaskan, penyidikan kasus Hary terus berlanjut. "Iya, segera dipercepat," ucap Fadil usai sidang putusan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin 17 Juli 2017.
 
Fadil menjelaskan, saat ini berkas perkara Hary Tanoe baru masuk tahap pelimpahan pertama. Berkas perkara Hary Tanoe masih diteliti Kejaksaan.

Baca: Pengacara Anggap Hary Tanoe tak Layak Jadi Tersangka

"Mudah-mudahan nanti ada perbaikan, setelah itu kita limpahkan dan segera supaya bisa tahap dua (penyerahan tersangka dan barang bukti)," ungkap dia.
 
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan resmi menolak gugatan praperadilan Hary Tanoe. Hakim tunggal praperadilan Hary Tanoe, Cepi Iskandar menilai proses hukum terhadap Bos MNC Grup itu telah sesuai koridor hukum.
 
Polisi menetapkan Hary Tanoesoedibjo sebagai tersangka atas kasus dugaan adanya pesan ancaman kepada Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto melalui pesan singkat (SMS). Hary pun ditetapkan sebagai tersangka pada 15 Juni 2017.

Baca: Praperadilan Hary Tanoe Ditolak

Jaksa Yulianto melaporkan Hary Tanoe karena merasa terancam menerima SMS 'kaleng' itu. Saat itu, Yulianto sedang menangani kasus dugaan korupsi Mobile-8 yang juga disebut melibatkan Hary.
 
Hary dilaporkan lantaran diduga melanggar Pasal 29 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman pidana 15 tahun. Laporan Polisi (LP) Yulianto terdaftar dengan Nomor LP/100/I/2016/Bareskrim. Yulianto berani melapor karena mengklaim memiliki bukti cukup.




(FZN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG HARY TANOESOEDIBJO
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 26-09-2017