Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp Rp2.408.300.797 (20 JUNI 2018)

Irvanto Bantah Bagi-bagi Uang KTP-el Pakai Kode Miras

Faisal Abdalla - 14 Maret 2018 13:36 wib
Keponakan Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo - ANT/Hafidz Mubarak A.
Keponakan Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo - ANT/Hafidz Mubarak A.

Jakarta: Mantan Direktur PT Murakabi Sejahtera, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo membantah memerintahkan anak buahnya, Muhammad Nur alias Ahmad bagi-bagi uang untuk anggota dewan. Uang terkait proyek KTP-el. 

"Ahmad sepengetahuan saya belum tahu isi yang dia terima," ujar Irvanto saat bersaksi buat terdakwa Setya Novanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Besar, Jakarta Pusat, Rabu, 14 Maret 2018.

Keponakan Novanto itu juga membantah uang sejumlah USD2 juta yang diberikannya pada Ahmad untuk anggota dewan. 

"Kata Ahmad uang itu untuk Senayan, betul?," tanya Ketua Majelis Hakim Yanto.

"Aduh saya tidak tahu yang mulia," jawab Irvanto.

Dia juga membantah pernyataan Ahmad yang menyebut uang itu dibagi-bagi dalam amplop. Sesudahnya diberi kode nama-nama minuman keras (miras). 

"Enggak betul yang mulia," tandas dia. 

(Baca juga: Kode Penerima Jatah KTP-el Gunakan Nama Miras)

Irvanto mengaku siap dikonfrontir dengan Ahmad bila dinilai keterangannya berbeda. 
"Ya saya siap yang mulia kalau dikonfrontir dengan Ahmad dan Iwan (Iwan Barala, Direktur PT Inti Valuta)" tukas dia. 

Sebelumnya, di hadapan majelis hakim, Ahmad mengaku penerima jatah fulus proyek KTP-el diberikan istilah minuman keras. Penggunaan istilah itu ditujukan kepada penerima fulus dari kalangan anggota legislatif di DPR.

Ahmad menyebut ada empat merek minuman keras yang digunakan, antara lain McGuires, Black Label, Vodka, dan Chivas Regal. Ia menyebut pemberian uang untuk jatah proyek KTP-el itu dilakukan sesuai perintah Irvanto.
 
"Saya ditelepon (Irvanto), suruh standby ada orang money changer mau antar kirim barang," kata Ahmad di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 12 Maret 2018.
 
(Baca juga: Novanto Disebut Mengantongi 'Catatan Maut KTP-el')

Ia melanjutkan barang yang dititipkan itu ternyata uang senilai USD400 ribu. Ahmad yang juga bekerja di PT Murakabi Sejahtera itu kemudian mengantarkan titipan uang itu ke kediaman Irvanto.
 
Ahmad tak hanya sekali mengantarkan uang titipan itu ke Irvanto. Setidaknya, ada tiga instruksi mengantarkan uang ke Irvanto yang dijalankan Ahmad.

Pada pengantaran uang yang terakhir kali, menurut Ahmad, Irvanto kembali menginstruksikan agar uang diantar ke Senayan yang merujuk kepada lokasi Gedung DPR. Menurutnya, saat itu Irvanto menyuruh mengantarkan uang ke fraksi di DPR yang sudah disepakati.
 
"Beliau (Irvanto) bilang ada kode merah, kuning, biru, dan diganti nama minuman," tutur Ahmad.
 
Ia menjelaskan kode merah digantikan dengan merek minuman McGuires, kemudian biru digantikan dengan Vodka, dan kuning digantikan dengan Chivas Regal. Sementara, ia mengaku tak ingat kode minuman Black Label.






(REN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KORUPSI E-KTP
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sun , 24-06-2018