Ahmad Dhani Didakwa Menyebar Ujaran Kebencian

Muhammad Al Hasan - 16 April 2018 22:32 wib
Ahmad Dhani (tengah) menjalani pemeriksaan di Polres Jakarta Selatan, Jakarta. Foto: Antara/Reno Esnir.
Ahmad Dhani (tengah) menjalani pemeriksaan di Polres Jakarta Selatan, Jakarta. Foto: Antara/Reno Esnir.

Jakarta: Musisi Dhani Ahmad Prasetyo didakwa dengan sengaja menyebarkan ujaran kebencian. Hal itu dilakukan Dhani melalui akun twitternya @AHMADDHANIPRAST yang dibantu oleh temannya Suryopratomo Bimo pada awal tahun 2017.

"Ahmad Dhani bersama saksi Suryopratomo Bimo pada bulan Februari sampai Maret 2017 dengan sengaja dan tanpa hak menyebabkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan sentimen suku, ras, Agama, dan antar golongan (SARA)," kata jaksa penuntut umum (JPU) Dedyng Wibianto di Ruang Sidang Utama Oemar Seno Adji, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, 16 April 2018.

Dhani mengirim ujaran kebencian itu kepada Suryopratomo melalui aplikasi WhatsApp pada 7 Februari 2017. Suryopratomo selaku admin akun twitter @AHMADDHANIPRAST, kemudian menyalin dan mengunggah pesan Dhani itu ke media sosial.

"Tulisan tersebut berisi, Yang menistakan Agama adalah Ahok, tapi yang diadili KH Ma'ruf Amin," kata Dedying.

Baca: Kicauan Ahmad Dhani Dianggap Kebebasan Berekspresi

Keesokan harinya, Dhani kembali mengirim pesan berunsur ujaran kebencian kepada Suryopratomo melalui WhatsApp. Pesan tersebut disalin dan diunggah di akun twitter milik Dhani. Isi tulisan itu dianggap melecehkan pedukung mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. 

"Pesan tersebut berisi, siapa saja yang mendukung penista agama adalah bajingan yang perlu diludahi mukanya," ujar Dedying.

Pada hari yang sama, Dhani juga mencuit, "Sila pertama ketuhanan YME, penista agama jadi gubernur, kalian waras?"

Akibat perbuatannya ini, Pasal 45A Ayat 2 juncto Pasal 28 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 55 Ayat 1 KUHP. Ia diancam hukuman penjara enam tahun dan denda Rp1 miliar. 




(AZF)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG UJARAN KEBENCIAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 25-04-2018