Zulhendri Sebut Farhat yang Buka Peran Rudi Alfonso

Juven Martua Sitompul - 14 November 2017 16:53 wib
Wabendum Golkar Zulhendri Hasan/MTVN/Juven
Wabendum Golkar Zulhendri Hasan/MTVN/Juven

Jakarta: Wakil Bendum Bidang Jasa Keuangan Perbankan Partai Golkar Zulhendri Hasan membantah pernah menyebut Ketua Bidang Hukum dan HAM Golkar Rudi Alfonso mengatur saksi memberikan keterangan palsu dan mencabut berita acara pemeriksaan (BAP) dalam persidangan korupsi KTP elektronik (KTP-el).

Zulhendri justru menuding Farhat Abbas yang mengungkap peran Rudi Alfonso dalam kasus itu. Bahkan, Zulhendri mengaku sempat marah dan meminta Farhat Abbas bertanggung jawab atas pernyataan itu.

"Itu adalah pernyataan saudara Farhat, ke saya diputar balik, seolah-olah saya yang bicara. Saya tidak pernah menyatakan seperti itu, justru ketika ada berita di beberapa media, termasuk di link itu saya sampaikan melalui WA dengan saudara Farhat, ini kenapa ini begini?" kata Zulhendri usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa 14 November 2017.

Namun, Farhat keukeuh tidak pernah menyeret nama Zulhendri selama memberi pernyataan ke media. Selama memegang bukti, Zulhendri yakin ia sama sekali tak bersalah.

"Itu enggak benar itu, itu media, dia salahkan media, media yang bicara, dan WA nya saya simpan sampai dengan hari ini," ujar dia.

Sepanjang pemeriksaan, Zulhendri mengakui penyidik mencecarnya soal percakapan itu. Kepada penyidik, dia membeberkan awal komunikasi dimulai Farhat.

Komunikasi Farhat dengan Zulhendri terjadi dua kali, yakni beberapa hari setelah Rapimnas Partai Golkar dan saat Novanto berada di Balikpapan. Dalam percakapan itu, Farhat menanyakan aman atau tidaknya Novanto di kasus korupsi KTP-el.

"Lalu adanya instruksi pencabutan BAP itu saya justru tahu dari saudara Farhat," ucap Zulhendri.

Nama Zulhendri sempat mencuat dalam persidangan politikus Partai Hanura Miryam S. Haryani. Elza Syarief yand dihadirkan sebagai saksi mengaku mengetahui percakapan telepon antara Farhat Abbas dengan Zulhendri terkait kasus yang menjerat Miryam.

Dia menyebut, dalam percakapan itu Zulhendri menyampaikan ke Farhat bahwa Ketua Bidang Hukum dan HAM Golkar Rudi Alfonso mengatur saksi-saksi dalam kasus korupsi KTP-el agar tak memberikan keterangan yang sebenarnya dan mencabut keterangan dalam BAP.


(OJE)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KORUPSI E-KTP
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Sat , 18-11-2017