DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

KPK Tahan Tersangka Suap Rp30 Juta

Juven Martua Sitompul - 14 Maret 2018 03:24 wib
Juru Bicara KPK Febri Diansyah--MI/Susanto
Juru Bicara KPK Febri Diansyah--MI/Susanto

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan empat tersangka suap pemulusan perkara perdata di Pengadilan Tangerang. Penahanan dilakukan setelah keempatnya resmi menyandang status tersangka.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, Hakim Pengadilan Negeri Tangerang ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) KPK Kavling K-4 cabang Jakarta Timur.

"Yang bersangkutan ditahan untuk 20 hari pertama di Rutan KPK Kavling K-4 cabang Jakarta Timur," kata Febri di Gedung KPK, Jakarta, Selasa 13 Maret 2018.

Selain Hakim Widya, KPK juga menahan tiga tersangka lain yaitu, Panitera Pengganti Pengadilan Negeri Tangerang Tuty Atika di Rutan Pondok Bambi. Sedangkan advokat Agus Wiyatno di POM Guntur dan HM Saipudin selaku rekan Agus di Rutan KPK.

KPK sebelumnya menetapkan empat orang tersangka kasus dugaan suap pemulusan putusan suatu perkara di Pengadilan Negeri Tangerang. Keempatnya ditetapkan sebagai tersangka setelah KPK menemukan dua alat bukti yang cukup.

Keempat tersangka yakni, Hakim Pengadilan Negeri Tangerang Wahyu Widya Nurfitri (WWN), Panitera Pengganti PN ‎Tangerang Tuti Atika (TA), Agus Wirano (AGS) dan HM Saipudin (HMS) selaku advokat.

Komitmen fee suap dalam kasus ini sebanyak Rp30 juta. Pemberian dilakukan dalam dua tahap, pertama pada 7 Maret 2018 sebanyak Rp7,5 juta dan pemberian kedua terjadi pada 13 Maret 2018 sebanyak Rp22,5 juta.

Perkara yang ditangani Hakim Wahyu adalah perkara gugatan perdata wanprestasi nomor 426/PDT/G2017/PN Tangerang dengan permohonan ahli waris mau menandatangani akta jual beli melalui hutan.

Akibat perbuatannya, Wahyu dan Tuti selaku penerima suap dijerat dengab Pasal Pasal 12 huruf c atau Pasal 11 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sedangkan, Agus dan Saipuidin selaku pemberi suap dijerat dengan Pasal 6 ayat 1 huruf a atau Pasal 13 Undang-undang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. 


(Des)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KASUS SUAP
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 13-12-2018