Jeremy Thomas Laporkan Oknum Penganiaya Anak ke Propam Polri

Lukman Diah Sari - 17 Juli 2017 11:53 wib
Aktor Jeremy Thomas menunjukkan foto anaknya, Axel Mathew, yang babak belur setelah disekap dan dianiaya oknum polisi. Foto: MTVN/Lukman Diah Sari.
Aktor Jeremy Thomas menunjukkan foto anaknya, Axel Mathew, yang babak belur setelah disekap dan dianiaya oknum polisi. Foto: MTVN/Lukman Diah Sari.

Metrotvnews.com, Jakarta: Aktor Jeremy Thomas melapor penganiayaan terhadap putranya, Axel Mathew, 19, kepada Divisi Propam Polri. Tindakan itu diduga dilakukan oleh oknum polisi pada Sabtu, 16 Juli 2017, di Hotel Kristal, Kemang. 

"Pada saat kami saya bersama lawyer dan tim Jatanras mau masuk ke gedung, saya lihat putra saya turun bersama beberapa orang. Begitu saya dekati, kondisi putra saya sudah babak belur," beber Jeremy di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin 17 Juli 2017.

Jeremy membeberkan, pada saat kejadian, Axel berencana mengambil baju bersama temannya yang biasa berjualan di kawasan Pondok Indah Mall. Namun, faktanya, sang putra justru dibelokan dan diarahkan ke Hotel Kristal. 

Saat sedang menunggu, tiba-tiba anaknya dicekik seseorang. Mulanya, kata dia, sang anak menduga akan dirampok karena si pelaku berbau alkohol. Axel kemudian kabur. Saat kabur, Axel dikejar kemudian diberi ancaman tembakan peringatan hingga dikeroyok empat orang. Dia lalu dimasukan ke dalam mobil.

"Orang itu mengaku oknum dan anak saya disekap di Hotel Kristal," ujar dia.

Jeremy baru tahu kejadian tersebut setelah pengantar anaknya memberi kabar kepadanya. Tak menunggu lama, Jeremy langsung menuju hotel tempat anaknya disekap. Namun, saat hendak menemui Axel, Jeremy dipersulit pihak hotel. Melihat kondisi itu, aktor lawas itu segera melapor ke Jatanras Polda Metro Jaya. 

"Ditanggapi langsung dan kami membuat surat laporan polisi dan langsung kami bersama unit Jatanras melakukan investigasi ke Hotel Kristal dan kembali orang Jatanras juga menemukan kesulitan terhadap security hotel tersebut karena terkesan ditutupi dan akhirnya kami memutuskan langsung ke atas," beber dia. 

Saat berhasil masuk, dia mendapati putranya dalam kondisi babak belur. Jeremy segera bertanya siapa yang menganiaya Axel namun tak menemukan jawaban. Para pengeroyok pun hanya mengaku sebagai petugas. 

"Saya minta kartu tanda anggota dan surat perintah mereka tidak bisa mengeluarkan. Saya langsung bersama Sub Unit Jatanras mengambil alih Axel, karena laporan yang kita lakukan adalah penculikan dan anaknya sudah ketemu," terang dia. 

Dia membeberkan, anaknya sempat diborgol. Tapi, borgol itu bukan milik polisi, melainkan milik sekuriti hotel. Axel, kata dia, dipaksa mengaku memiliki narkoba. Jeremy menekankan, Axel bukan ditangkap karena narkoba, tetapi berupa diarahkan agar mengaku memiliki barang haram itu. 

Baca: Putra Jeremy Thomas Diduga Jadi Korban Penyekapan Oknum Polisi

"Faktanya, tidak ada barang bukti apa-apa. Dia clear dan tidak tersangkut dengan yang nama-nama barang tersebut dan dia itu dipulangkan sama mereka gara-gara mereka pikir ya enggak ada apa-apa," jelas Jeremy. 

Jeremy pun menyayangkan, setelah penyekapan dan pengeroyokan, baru diketahui bila barang-barang pribadi milik Axel diambil, seperti sepatu, dompet, telepon genggam, dan pakaian. Putranya tak lagi menggunakan pakaian miliknya saat pulang, pun sandal yang digunakan adalah sandal hotel. 

"Yang kami laporkan pidananya adalah penyekapan, pengeroyokan, penganiayaan dan pengambilan serta pencurian barang-barang dengan kekerasan dan sekarang kami coba melaporkan ke Propam," pungkas dia.



(OGI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PENYEKAPAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 26-09-2017