DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 51.179.914.135 (23 NOV 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

KPK Dukung Pembentukan Tim Pemantauan Kasus Hukum Novel

Juven Martua Sitompul - 10 Maret 2018 05:16 wib
Penyidik senior KPK Novel Baswedan (tengah) bersama mantan Ketua KPK Abraham Samad menyampaikan keterangan pers ketika tiba di Gedung KPK, Jakarta. (Foto: MI/Rommy Pujianto)
Penyidik senior KPK Novel Baswedan (tengah) bersama mantan Ketua KPK Abraham Samad menyampaikan keterangan pers ketika tiba di Gedung KPK, Jakarta. (Foto: MI/Rommy Pujianto)

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyambut baik pembentukan Tim Pemantauan Kasus Hukum Novel yang dibentuk Komnas HAM. Lembaga Anti-korupsi mendukung apapun yang dibentuk masyarakat atau lembaga untuk mengungkap kasus teror terhadap Novel tersebut.

"Intinya gini apapun yang dibentuk pasti kita senang, siapa pun masyarakat atau tim apapun itu yang mencoba untuk membantu penyidikan yang dilakukan oleh polisi pasti kita senang," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat, 9 Maret 2018.

Basaria berharap, dengan adanya tim bentukan Komnas HAM itu, pihak kepolisian akan lebih mudah mengungkap pelaku sekaligus otak di balik penyerangan penyidik senior KPK tersebut. "Enggak usah ditanya ya pasti kita berharap," pungkas Basaria.

Sebelumnya, Komnas HAM membentuk Tim Bentukan Sidang Paripurna terkait kasus penyidik KPK Novel Baswedan. Pembentukan tim ini berdasarkan keputusan sidang paripurna Komnas HAM pada 6-7 Februari 2018 silam.

Tim ini akan bertugas selama tiga bulan. Hasil pemantauan tim nantinya akan disampaikan pada sidang paripurna dan stakeholder terkait. Tak hanya itu, tim juga bakal fokus memastikan proses hukum penyerangan terhadap penyidik senior KPK itu berjalan sesuai koridor HAM.

Kemudian, proses tersebut juga harus meliputi prinsip hukum fair trial, dan mengungkap hambatan-hambatan yang dialami dalam proses hukum Novel. Tim ini akan bekerja secara terbuka dan bekerja sama dengan pihak terkait. Termasuk Presiden, Kepolisian, KPK, organisasi HAM, dan masyarakat.

Adapun tim terdiri dari Sandrayati Moniaga sebagai ketua, Ahmad Taufan Damanik dan M. Choirul Anam sebagai anggota. Tim melibatkan unsur tokoh masyarakat seperti Franz Magnis Suseno, Prof. Abdul Munir Mulkhan, Alissa Wahid, dan Bivitri Susanti.



(DRI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG NOVEL BASWEDAN
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 11-12-2018