Kejaksaan Resmi Mengajukan Banding Kasus Ahok

Arga sumantri - 19 Mei 2017 16:10 wib
Jaksa Agung M. Prasetyo. Foto: Antara/Ismar Patrizki
Jaksa Agung M. Prasetyo. Foto: Antara/Ismar Patrizki

Metrotvnews.com, Jakarta: Kejaksaan resmi mengajukan banding terkait vonis Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama dalam kasus penodaan agama. Banding sudah dilayangkan sebelum masa tenggat pengajuan banding habis.
 
"Waktu berpikir (banding) selama tujuh hari (usai vonis) sudah terlewati. Dan sebelum tujuh hari, Jaksa Penuntut Umum sudah mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi," kata Jaksa Agung M Prasetyo di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Jumat 19 Mei 2017.
 
Prasetyo mengatakan, banding harus diajukan karena kubu Ahok, mengajukan banding. Hal itu, kata dia, bagian dari Standar Operasional Prosedur (SOP).
 
Prasetyo mengatakan, sikap mengajukan banding juga sebagai langkah antisipasi kejaksaan. Siapa tahu, kata dia, kubu Ahok tidak puas dengan banding dan melanjutkannya ke Kasasi.
 
"Kalau jaksa tak banding, tak bisa kasasi juga mengimbangi langkah mereka," ungkap Prasetyo.
 
Alasan lainnya, kata dia, JPU ingin menguji ketepatan Pasal mana yang memang harus diterapkan dalam perkara Ahok. Mengingat, antara tuntutan dan vonis ada perbedaan kualifikasi Pasal yang dibuktikan.
 
"Ini harus diuji. Ini menyangkut masalah kebenaran hakiki dan profesionalitas Jaksa Penuntut Umum," terang dia.
 
Prasetyo meminta publik membiarkan hukum berjalan sesuai koridornya. Ia mengimbau agar seluruh pihak menghormati perkara ini sebagai proses hukum yang sedang berjalan.
 
"Orang lain tidak perlu mencampuri masalah ini sebagaimana halnya kita harapkan. Semua pihak harus bisa menerima dengan baik," ungkapnya.
 
Selasa 9 Mei 2017, hakim memvonis Ahok lebih berat dibanding tuntutan jaksa. Ahok divonis dua tahun penjara lantaran terbukti melanggar Pasal 156a KUHP tentang penodaan agama.
 
Sementara, jaksa hanya menjerat Ahok dengan Pasal 156 KUHP, jaksa mengesampingkan Pasal 156a KUHP karena diperlukan bukti niat dari si pelaku. Perbuatan Ahok hanya dinilai meresahkan masyarakat. Jaksa hanya menuntut Ahok satu tahun penjara dan dua tahun masa percobaan.
 


(FZN)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KASUS HUKUM AHOK
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 20-09-2017