DOMPET KEMANUSIAAN PALU/DONGGALA, Dana Terkumpul RP 47.877.961.729 (23 OKT 2018) Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) (Mandiri - 117.0000.99.77.00) (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

KPK Diminta Usut Keterlibatan Bupati Tapteng di Kasus Akil Mochtar

Juven Martua Sitompul - 16 April 2018 13:53 wib
Puluhan massa berunjuk rasa meminta KPK mengusut keterlibatan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) periode 2017-2022, Bakhtiar Ahmad Sibarani. Medcom.id/Juven Martua Sitompul.
Puluhan massa berunjuk rasa meminta KPK mengusut keterlibatan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) periode 2017-2022, Bakhtiar Ahmad Sibarani. Medcom.id/Juven Martua Sitompul.

Jakarta: Puluhan massa berunjuk rasa di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka meminta KPK mengusut keterlibatan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) periode 2017-2022, Bakhtiar Ahmad Sibarani, dalam kasus dugaan suap Pilkada Tapanuli Tengah tahun 2011 yang telah menjerat mantan Ketua MK Akil Mochtar dan mantan Bupati Tapteng Raja Bonaran Situmeang sebagai pesakitan.

Koordinator Gerakan Masyarakat Tapanuli Tengah (Gema Tapteng), Joko Pranata Situmeang, mengatakan sebagaimana tertuang dalam amar putusan Akil Mochtar dan Raja Bonaran, Bakhtiar Ahmad jelas terbukti sebagai insiator penyuap.

"Tuntutan ini kembali disampaikan setelah dua kali aksi belum ditanggapi KPK," kata Joko saat menyampaikan orasinya di depan Gedung KPK, Jakarta, Senin, 16 April 2018.

Joko mempertanyakan sikap KPK yang belum menindaklanjuti keterlibatan Bakhtiar Ahmad. Padahal, nama Bakhtiar Ahmad kerap disebut sebagai inisiator dalam kasus ini, salah satunya dalam surat dakwaan nomor: Dak-04/24/02/2014 dalam perkara tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian atas nama terdakwa M Akil Mochtar, Jakarta, 19 Februari 2014.

"Dan putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor: 25/PID/TPK/2015/PT DKI," ujarnya.

Menurut Joko, dalam surat dakwaan itu jelas disebutkan bahwa terdakwa menelepon Bakhtiar Ahmad untuk menyampaikan pesan kepada Raja Bonaran supaya segera menghubungi terdakwa. Mendapat perintah itu, Bakhtiar Ahmad lantas menemui Raja Bonaran di Hotel Grand Menteng dan kemudian menyerahkan telepon genggamnya agar berbicara langsung dengan terdakwa.

"Untuk membicarakan proses persidangan permohonan keberatan atas hasil Pilkada Kabupaten Tapteng tahun 2011," ucapnya.

Joko melanjutkan, pada dakwaan itu juga dijelaskan terdakwa kembali menghubungi Bakhtiar Ahmad untuk menyampaikan permintaan uang Rp3 miliar kepada Raja Bonaran. Atas semua uraian dakwaan itu, Joko khususnya para warga Tapteng mengaku telah dibohongi Bakhtiar Ahmad yang mengklaim tidak pernah terlibat dalam kasus tersebut.

"Kami dari Gema Tapteng mendesak KPK menetapkan Bakhtiar Ahmad sebagai tersangka pelaku utama tindak pidana suap Raja Bonaran Situmeang terhadap Akil Mochtar," jelas Joko.

Selain menyampaikan tuntunannya, massa aksi juga memberikan sejumlah fakta dan informasi kepada Pengaduan Masyarakat (Dumas) KPK. Dokumen itu diserahkan agar KPK segera menindaklanjuti fakta persidangan itu dengan memetapkan Bakhtiar Ahmad sebagai tersangka.


(DRI)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG KASUS SUAP
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 23-10-2018