Berbagi Untuk Palestina, Dana Terkumpul Rp 5.963.078.120 (13 AGUSTUS 2018)

Polri Minta Masyarakat Menjaga Suasana Sejuk

Dian Ihsan Siregar - 09 Agustus 2018 13:22 wib
Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto--Medcom.id/Lukman Diah Sari
Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto--Medcom.id/Lukman Diah Sari

Jakarta: Masyarakat diharapkan dapat menyejukkan suasana saat Pemilihan presiden (Pilpres) 2019. Jangan sampai Pilpres 2019 dijadikan momentum saling mengejek di dunia sosial media (sosmed).

"Kita menghormati kontestasi politik. Tapi yang harus gembira. Berharap tidak ada dendam dan saling mengejek atau menjelekkan orang lain. Sehingga siapa pun yang terpilih jadi kebangaan buat bangsa kita," kata Kadiv Humas Mabes Polri Setyo Wasisto kepada wartawan di Jakarta, Kamis, 9 Agustus 2018.

Demi Pilpres 2019 yang sejuk, polisi  akan terus melakukan sosialisasi dan pemahaman kepada masyarakat. "Termasuk adanya Satgas Nusantara yang bertugas menjadi penyejuk," jelas dia.

Baca: Jokowi Minta Masyarakat Jangan Terpecah Belah

Selain itu, kata dia, masyarakat juga jangan melakukan upaya adu domba. Seharusnya ajang politik ini harus dijaga dengan baik.

"Kita jangan terpikirkan upaya politik saja. Tapi, kita berpikir untuk hal yang lain lah. Ada pilihan lain yang bisa dijalankan oleh masyarakat," terang dia.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian meminta seluruh masyarakat agar tidak mengeluarkan‎ isu provokatif dan kampanye hitam saat Pilpres 2019. Ketika itu dilakukan, ajang Pilpres akan berjalan aman dan damai.

"Oh ya, tentunya kita minta agar tidak ada, kita tentu berharap bahwa Pilpres 2019 ini berlangsung aman dan damai. Tidak boleh membawa isu provokatif apalagi black campaign dan lain-lain yang mungkin bisa mengganggu yang lain," ucap Tito.

Tito mengaku, pada saat Pilpres 2019 masyarakat harus dewasa dan patuh pada setiap aturan. Sebab, jika melanggar ada tindakan yang cepat dilakukan oleh aparat.


(YDH)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PILPRES 2019
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 15-08-2018