Polri tak Memusingkan Rencana Rizieq Minta Bantuan PBB

Lukman Diah Sari - 18 Mei 2017 14:57 wib
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto (kanan) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/5/2016). Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto (kanan) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/5/2016). Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Metrotvnews.com, Jakarta: Reaksi Polri biasa saja saat mengetahui rencana Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab mengadu ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Polri menyatakan tak akan memusingkan rencana itu.

"Saya pikir itu hak yang bersangkutan," kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis 18 Mei 2017.

Setyo mengatakan, bakal menghormati keputusan Rizieq. Saat ini, kata dia, polisi telah berkoordinasi dengan Imigrasi terkait rencana Rizieq itu. "Apakah sudah dimintakan ke Imigrasi? Saya belum dapat laporannya," ujarnya.

Rencana Rizieq mengadu ke PBB diungkapkan Kapitra Ampera, kuasa hukumnya. Kapitra mengatakan, Rizieq sudah menemui deputi komisioner PBB di Kuala Lumpur, Malaysia. Dari situ, Rizieq rencananya bertolak ke markas PBB di Jenewa, Swiss.

"Habib (Rizieq) juga diundang ke Jenewa untuk mempresentasikan apa yang menimpa dia. Bahkan, ada pengacara internasional menawarkan diri untuk membawa persoalannya ke Mahkamah Internasional, di Den Haag," kata Kapitra.

Baca: Polri Manfaatkan Blue Notice Mencari Rizieq

Selasa, 16 Mei 2017, Polda Metro Jaya menetapkan Firza Husein sebagai tersangka kasus percakapan berkonten pornografi. Percakapan itu diduga dilakukan bersama Rizieq Shihab.

Polisi mencoba mengklarifikasi kasus ini kepada Rizieq. Namun, dua kali dipanggil, dua kali pula dia mangkir.
Saat ini Rizieq diketahui sedang berada di luar negeri bersama keluarganya. Polisi sudah mengeluarkan surat perintah penjemputan terhadap Rizieq.




(UWA)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PORNOGRAFI
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Wed , 20-09-2017