Humas PN Jaksel Dipanggil KPK

Juven Martua Sitompul - 11 Desember 2018 11:02 wib
Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: MI/Rommy
Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: MI/Rommy

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap Humas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) A Guntur. Dia akan diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap penanganan perkara perdata di PN Jaksel.

"A Guntur akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka IW (Hakim PN Jaksel Iswahyudi Widodo)," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa, 11 Desember 2018.

Penyidik memanggil Staf Keuangan PN‎ Jaksel, Yulhendra; Panitera Pengganti pada PN Jaksel, Matius; serta tiga pihak swasta, Isrullah Achmad, Resa Indrawan Samir, dan Thomas Azali. Mereka akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka yang sama.

KPK sebelumnya menetapkan lima orang sebagai tersangka kasus dugaan suap penanganan perkara perdata di PN Jaksel. Dua di antaranya ialah dua hakim PN Jaksel, yakni Iswahyu Widodo dan Irwan.

Baca: Hakim dan Panitera PN Jaksel Terjaring OTT

Tiga tersangka lain yakni panitera pengganti PN Jakarta Timur Muhammad Ramadhan, advokat Arif Fitrawan, dan pihak swasta Martin P Silitonga. Diduga suap berkaitan dengan penanganan gugatan pembatalan perjanjian akuisisi PT Citra Lampia Mandiri (CLM) oleh PT Asia Pacific Mining Resources (APMR) di PN Jaksel.

Atas perbuatannya, Iswahyu, Irwan, dan Ramadhan disangkakan melanggar Pasal 12 huruf c dan atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara Arif dan Martin disangkakan melanggar Pasal 6 ayat (1) huruf a dan atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.


(YDH)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG OTT KPK
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Tue , 22-01-2019