Basuki Sebut Uang Rp2 Miliar untuk Melancong ke Singapura

Damar Iradat - 19 Juni 2017 15:53 wib
Terdakwa kasus suap Hakim MK, Basuki Hariman meninggalkan ruang sidang usai menjalani sidang dengan agenda pembacaan dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (5/6/2017). Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Terdakwa kasus suap Hakim MK, Basuki Hariman meninggalkan ruang sidang usai menjalani sidang dengan agenda pembacaan dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (5/6/2017). Foto: Antara/Hafidz Mubarak A

Metrotvnews.com, Jakarta: Bos CV Sumber Laut Perkasa Basuki Hariman mengaku menginstruksikan sekretarisnya, Ng Fenny untuk menyiapkan uang senilai Rp2 miliar. Namun, uang itu diakui tidak terkait dengan suap hakim Mahkamah Konstitusi.

"Iya, saya perintahkan Fenny siapkan Rp2 miliar," kata Basuki saat bersaksi untuk terdakwa Patrialis Akbar di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 19 Juni 2017.

Basuki mengaku hanya menginstruksikan Fenny menyiapkan Rp2 miliar tanpa menyebutkan tujuan penggunaan uang itu. Ia meminta agar uang itu dibelikan ke dalam bentuk dolar Singapura.

Tanpa pertanyaan lebih lanjut, Fenny juga langsung menyediakan uang yang diminta Basuki. Usai menerima uang dari Fenny, Basuki mengaku menyimpan uang itu di rumahnya.

Majelis hakim mempertanyakan uang Rp2 miliar yang dikonversi menjadi dolar Singapura itu apakah ditujukan untuk diberikan kepada Kamaludin, perantara suap Basuki dengan Patrilias. Basuki berdalih, uang itu digunakan untuk berlibur di Singapura.

"Emang saya rencananya mau ke Singapura, saya beliin dolar," tuturnya.

Seakan tidak puas dengan jawaban Basuki, majelis hakim kembali bertanya soal uang Rp2 miliar dan putusan uji materi Undang-undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan yang dibocorkan oleh Kamaludin.

"Duluan siapkan uang Rp2 miliar, atau foto bocoran putusan?" tanya majelis hakim.

"Foto dulu, besoknya saya perintahkan ke Fenny (untuk siapkan uang)," jawab Basuki.

Majelis hakim beberapa kali mempertanyakan uang Rp2 miliar itu digunakan untuk apa. Namun, jawaban Basuki tetap sama, uang tersebut digunakan untuk rencana liburannya ke Singapura.

Kesal mendengar jawaban Basuki yang kerap berubah, majelis hakim mengingatkan Baduki agar memberi keterangan dengan jujur. "Anda ini tadi sudah disumpah untuk berikan keterangan sejujurnya, tolong jangan berbohong lagi," tegas majelis hakim.

Dalam surat dakwaan untuk Patrialis Akbar, Basuki Hariman dan Ng Fenny disebut menjanjikan sejumlah uang kepada Patrialis dan Kamaludin. Patrialis didakwa menerima suap atau hadiah senilai USD70 ribu, 4,043 juta dan janji Rp2 miliar. Rp2 miliar ini yang dijanjikan diberikan untuk Kamaludin sebagai perantara Basuki dan Patrialis.

Suap diberikan untuk memuluskan pengurusan uji materi perkara Nomor 129/PUU-XIII/2015 terkait uji materi Undang-undang Nomor 41 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Keempat terdakwa berkomitmen memenangkan perkara agar aturan impor berubah.


(MBM)

ADVERTISEMENT
KUMPULAN BERITA TENTANG PATRIALIS AKBAR DITANGKAP KPK
MORE
BACA JUGA KUMPULAN PERISTIWA HUKUM
TRENDING TOPIC
ADVERTISEMENT
POPULAR
ADVERTISEMENT

Thu , 29-06-2017